SUMENEP, INFOJAWATIMUR.COM – Penyakit paru masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Menjawab kondisi tersebut, tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pondok Paru Sehat Batang-Batang Sumenep: Edukasi dan Deteksi Dini Tuberkulosis, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Kanker Paru” di Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).
Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses deteksi dini penyakit paru, khususnya pada kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Farida Anggraini Soetedjo, dr., Sp.P., FAPSR., FISR, dengan anggota Nur Khamidah, S.KM., M.PH dan dr. Stephani Linggawan, Sp.THT-KL. Kegiatan menyasar 30 peserta lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan, yang sebagian besar memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Farida Anggraini Soetedjo, menjelaskan bahwa penyakit paru kronis sering kali tidak dikenali sejak awal karena gejalanya dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, keterlambatan diagnosis dapat menurunkan keberhasilan pengobatan dan meningkatkan risiko komplikasi.
“Deteksi dini merupakan langkah penting untuk menemukan penyakit paru sebelum berkembang menjadi lebih berat. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar mereka mengenali gejala sejak awal dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Puskesmas Batang-Batang, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai tuberkulosis (TBC), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta kanker paru oleh Nur Khamidah, S.KM., M.PH. Peserta juga memperoleh leaflet edukasi yang disusun oleh tim sebagai panduan mengenali faktor risiko, gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan penyakit paru.
Selain sesi edukasi, masyarakat mengikuti diskusi interaktif dan konsultasi kesehatan. Tim juga melaksanakan pemeriksaan fungsi paru menggunakan peak flow meter untuk mengukur kapasitas aliran udara paru, serta skrining risiko tuberkulosis dan PPOK melalui pengisian kuesioner yang telah disiapkan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif bertanya mengenai batuk berkepanjangan, sesak napas, kebiasaan merokok, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan juga membantu peserta memahami kondisi kesehatan paru masing-masing sehingga dapat menentukan langkah tindak lanjut apabila diperlukan.
Evaluasi setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko penyakit paru, pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan, serta manfaat deteksi dini untuk mencegah keterlambatan diagnosis penyakit seperti TBC, PPOK, maupun kanker paru.
Sebagai luaran kegiatan, tim menghasilkan media edukasi kesehatan paru, dokumentasi kegiatan, publikasi media, serta penguatan kerja sama dengan Puskesmas Batang-Batang dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan respirasi. Artikel ilmiah dari kegiatan pengabdian ini juga sedang dipersiapkan sebagai bagian dari diseminasi hasil kepada masyarakat akademik.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melalui skema pendanaan internal sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas dukungan pendanaan, arahan, pendampingan, dan fasilitasi selama pelaksanaan kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, sebagai mitra pelaksana yang telah memberikan dukungan koordinasi, fasilitas, serta pendampingan sehingga kegiatan edukasi dan deteksi dini penyakit paru dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim pelaksana berharap kegiatan “Pondok Paru Sehat” dapat menjadi model edukasi berbasis masyarakat yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu memperkuat upaya promotif, preventif, serta deteksi dini penyakit paru, sehingga kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok berisiko tinggi, dapat terus ditingkatkan.














