Berita  

Turkiye Akan Intensifkan Diplomasi Ukraina dan Keamanan Laut Hitam

Ankara ingin menjaga keselamatan kapal niaga serta mempertahankan kontak dengan Rusia dan Ukraina

Sertifikatin 1

ANKARA — Turkiye disebut akan segera memperkuat upaya diplomatik untuk membantu penyelesaian konflik Ukraina sekaligus menjamin keselamatan pelayaran di Laut Hitam. Ankara berencana mempertahankan komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat, termasuk Rusia dan Ukraina.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber dari internal pemerintahan Turkiye kepada RIA Novosti dan dipublikasikan pada Senin. Menurut sumber itu, langkah diplomatik Ankara diarahkan untuk memulihkan keamanan lalu lintas maritim, melindungi pelayaran komersial, serta mencegah konflik meluas di luar wilayah Ukraina.

Ankara dorong keamanan pelayaran

Turkiye menilai Laut Hitam tidak semestinya berubah menjadi zona pertempuran. Karena itu, keselamatan kapal niaga dan kelancaran lalu lintas pada jalur pelayaran di kawasan tersebut disebut perlu dijamin.

Sumber itu menyatakan Ankara akan melanjutkan langkah diplomatik guna menghidupkan kembali proses negosiasi dan menciptakan kondisi bagi terbentuknya rezim keamanan yang berkelanjutan di Laut Hitam. Keselamatan pelayaran dipandang sebagai salah satu unsur penting untuk mencegah peningkatan eskalasi konflik.

Upaya tersebut juga akan dilakukan melalui kontak dengan Rusia dan Ukraina. Turkiye bermaksud mengupayakan pengembangan mekanisme keamanan yang dapat diterima kedua pihak, tanpa menghentikan jalur komunikasi yang telah dibangun.

Upaya membawa Rusia dan Ukraina ke perundingan

Selain berfokus pada keamanan maritim, Ankara disebut akan menggunakan jalur diplomatik untuk mendorong Rusia dan Ukraina kembali ke meja perundingan. Tujuan lainnya adalah mengurangi risiko konflik meluas ke luar perbatasan Ukraina.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menyampaikan bahwa pembahasan mengenai keamanan Laut Hitam sedang berlangsung. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari konteks upaya Ankara untuk mengambil peran dalam pembicaraan mengenai keamanan kawasan dan keberlangsungan pelayaran.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengonfirmasi bahwa Turkiye telah menyampaikan sejumlah proposal mengenai keamanan di Laut Hitam. Namun, materi tersebut tidak memerinci isi proposal yang disampaikan Ankara maupun tanggapan lengkap dari pihak Ukraina.

Serangan terhadap kapal berbendera Turkiye

Rencana peningkatan diplomasi itu disampaikan ketika serangan terhadap infrastruktur sipil maritim dan kapal niaga disebut semakin sering terjadi. Dalam salah satu insiden pada Juli, pesawat nirawak Ukraina menyerang kapal kargo curah berbendera Turkiye, MV Reyhan Sari, di Laut Hitam.

Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal dan melukai tiga lainnya. Tidak disebutkan dalam materi sumber mengenai waktu pasti kejadian maupun rincian kerusakan kapal setelah serangan.

Kapal kargo curah berbendera Turkiye lainnya, MV Gulluk, juga dilaporkan diserang pesawat nirawak Ukraina di perairan lepas pantai dekat Pelabuhan Novorossiysk.

Rangkaian insiden itu memperkuat perhatian Ankara terhadap perlindungan kapal komersial dan keamanan jalur pelayaran. Turkiye kini disebut akan melanjutkan pendekatan diplomatik untuk menekan risiko gangguan maritim serta membuka ruang bagi pembahasan keamanan yang melibatkan pihak-pihak terkait.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak