Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) mendorong biji kopi dari Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Upaya tersebut diarahkan melalui budidaya berkelanjutan serta pengolahan yang teliti, higienis, dan memenuhi standar kualitas.
Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan KemenUMKM RI Adi Trinojuwono menyampaikan dorongan itu dalam keterangan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu. Menurut dia, kopi yang dihasilkan di Papua Pegunungan, terutama Jayawijaya, memiliki nilai ekonomi apabila diproses secara tepat.
Adi mengajak masyarakat Jayawijaya dan wilayah Papua Pegunungan untuk terus menanam bibit kopi. Dengan ketersediaan bahan baku dan proses pengolahan yang baik, kopi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki peluang dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional.
Pengolahan dan kebersihan menjadi perhatian
KemenUMKM menilai produk usaha mikro, kecil, dan menengah yang dipasarkan perlu memenuhi sejumlah kriteria agar dapat diterima konsumen. Aspek yang ditekankan mencakup cara pengolahan, kebersihan, kualitas, serta pengemasan produk.
Adi mengatakan produk UMKM tidak cukup hanya diproduksi lalu dijual. Produk tersebut perlu disiapkan secara baik dan dikemas dengan layak sehingga konsumen dapat menerima serta mempercayai kualitasnya. Standar kebersihan dan mutu menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk kopi Jayawijaya.
Dorongan itu menunjukkan bahwa peningkatan nilai ekonomi kopi tidak hanya bergantung pada penanaman. Tahap setelah panen, termasuk pengolahan dan penyiapan produk, juga menjadi perhatian agar biji kopi dapat menghasilkan produk olahan yang lebih bernilai bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Pengembangan kopi dan perlindungan lingkungan
Adi menjelaskan, pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya dilihat dari dua aspek. Selain berpotensi melahirkan produk unggulan daerah, pengembangan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Keseimbangan antara potensi ekonomi dan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan dalam mendorong budidaya kopi di wilayah tersebut. KemenUMKM berharap pengembangan kopi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat asli di Jayawijaya.
Diharapkan menjadi sumber pendapatan masyarakat
Kopi juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari oleh masyarakat yang menyukainya. Dalam keterangan tersebut, kopi disebut sebagai minuman kesehatan, sehingga karakteristik itu dipandang dapat menjadi salah satu nilai jual bagi konsumen.
KemenUMKM berharap masyarakat setempat terus mengembangkan berbagai olahan berbahan dasar kopi. Pengembangan itu ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penguatan pada budidaya, pengolahan, kebersihan, kualitas, dan kemasan, kopi Jayawijaya diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pertanian. Komoditas tersebut didorong menjadi produk unggulan daerah yang mampu memberi nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat asli Papua Pegunungan.
Sumber: ANTARA News – Bisnis


















