Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar digital bagi pelaku usaha terdampak bencana di Aceh. Langkah ini dilakukan melalui fasilitasi pemasaran berbasis digital serta kolaborasi layanan logistik untuk membantu mempercepat pemulihan usaha.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindiya mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kapasitas produksi. Pelaku usaha juga perlu memperoleh akses pasar yang lebih luas agar dapat kembali meraih pendapatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama, yang menjadi bagian dari rangkaian Klinik UMKM Bangkit di Banda Aceh pada Selasa (13/10).
Toko digital untuk memperluas jangkauan pemasaran
Melalui fasilitas itu, pelaku UMKM mendapat dukungan untuk membangun toko digital yang terhubung dengan ekosistem lokapasar atau marketplace. Fasilitas tersebut juga membantu pelaku usaha menampilkan produk secara lebih menarik dan menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya.
Ari menyampaikan bahwa digitalisasi diharapkan menghasilkan manfaat langsung bagi pelaku UMKM. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar diupayakan agar lebih mudah ditemukan konsumen melalui kanal digital, sehingga peluang transaksi dan peningkatan penjualan dapat terbuka lebih luas.
Pengembangan landing page bersama berbagai lokapasar telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dalam periode yang sama, program tersebut mencatat penjualan lebih dari 45 juta produk.
Menurut Ari, capaian itu memperlihatkan potensi perdagangan digital dalam membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan transaksi. Kanal digital juga dinilai dapat mendukung pemulihan kegiatan usaha setelah pelaku usaha terdampak bencana.
Fasilitasi pemasaran tersebut menyasar UMKM di Kota Banda Aceh dan wilayah koordinasi Aceh 5. Wilayah itu meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Tenggara.
Dukungan dana dan distribusi produk
Selain membangun akses pasar digital, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan J&T Express melalui program Jawara Lokal. Program ini ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha sekaligus distribusi produk UMKM.
UMKM yang terpilih melalui proses kurasi bersama Kementerian UMKM dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh memperoleh dana pengembangan usaha sebesar Rp15 juta untuk setiap peserta.
Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan pendanaan. Peserta juga memperoleh potongan ongkos kirim sebesar 30 persen, akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan logistik. Fasilitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengiriman dan memperluas jangkauan distribusi produk.
Pengalaman UMKM penerima manfaat
Salah satu penerima manfaat Jawara Lokal ialah Silfia Safriani, pemilik usaha Keuneubah Endatu dari Kabupaten Pidie Jaya. Usaha tersebut sempat berhenti setelah banjir bandang pada akhir November 2025. Silfia kemudian mulai merintis kembali usahanya pada Februari 2026.
Menurut Silfia, pemasaran secara daring membantu produknya menjangkau lebih banyak konsumen. Ia menyebut penjualan yang sebelumnya berada di kisaran satu kotak per hari kini dapat mencapai 100 kotak.
Program pemasaran digital dan dukungan logistik tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan usaha UMKM di Aceh. Pemerintah menempatkan perluasan akses konsumen, dukungan distribusi, dan penguatan kapasitas pemasaran sebagai unsur pendamping pemulihan produksi setelah bencana.
Sumber: ANTARA News – Bisnis


















