Teknologi kecerdasan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pergerakan alat berat dalam pembangunan Kompleks Parlemen Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pengaturan jalur dilakukan dengan mengandalkan data lokasi proyek yang diperbarui secara berkala.
CEO Bentley Systems Nicholas Cumins menyampaikan penerapan tersebut di sela-sela Year in Infrastructure (YII) 2026 di Singapura, Jumat. Menurut dia, tim proyek menggunakan informasi terbaru dari lapangan untuk menentukan rute alat berat dan memvalidasi setiap kemungkinan skenario pekerjaan melalui perangkat SYNCHRO.
Langkah itu ditujukan untuk mencegah hambatan selama kegiatan konstruksi. Dengan adanya pembaruan data lokasi, jalur pergerakan alat berat dapat disesuaikan dengan kondisi proyek yang terus berubah.
AI diterapkan sepanjang siklus infrastruktur
Cumins menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembangunan infrastruktur kini bergerak melampaui tahap operasi dan pemeliharaan. Sejumlah teknologi yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan tersebut mulai diterapkan sejak proses konstruksi.
Ia mencontohkan inspeksi jarak jauh menggunakan drone dan pemantauan berkelanjutan melalui sensor. Menurut Cumins, kedua pendekatan itu juga telah digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi.
Bentley Systems melihat AI mulai berpengaruh pada berbagai tahapan siklus hidup infrastruktur. Penerapannya mencakup perencanaan, desain, konstruksi, serta operasi dan pemeliharaan.
Dalam YII Awards 2026, terdapat 36 finalis yang dipilih dari 300 submisi proyek konstruksi yang berasal dari 53 negara. Materi sumber juga menyebutkan bahwa 70 persen dari 336 finalis menggunakan AI dalam pekerjaan konstruksi, sedangkan 25 persen dari total 300 submisi memanfaatkannya.
Membantu perencanaan dan desain proyek
Menurut pihak Bentley, perusahaan infrastruktur mulai menggunakan AI untuk membantu tenaga ahli menangani beban pekerjaan yang semakin besar. Dukungan tersebut memungkinkan tenaga ahli memperdalam proses perencanaan dan desain proyek.
AI dapat memberikan sejumlah pertimbangan terkait kondisi lapangan dan membantu mengurangi potensi kesalahan pengerjaan maupun kerugian. Namun, Cumins menekankan bahwa teknologi tersebut tidak menggantikan penilaian manusia dalam rekayasa infrastruktur.
Keputusan teknis, kata dia, memiliki konsekuensi langsung terhadap keselamatan publik. AI dapat menghasilkan berbagai alternatif desain dan melakukan optimalisasi secara cepat, tetapi keputusan yang berkaitan dengan aspek teknis, keberlanjutan, dan risiko tetap memerlukan penilaian insinyur.
Penerapan pada jalan dan jembatan di IKN
Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait juga memanfaatkan AI untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan di IKN. Salah satu penerapannya berupa penggunaan automatic compactor atau pemadat otomatis dalam proses pemadatan tanah untuk pekerjaan konstruksi jalan.
Teknologi tersebut digunakan dalam pembangunan sejumlah infrastruktur jalan, termasuk Jalan Sumbu Kebangsaan yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Pemerintah terus mengembangkan pemanfaatan AI untuk pembangunan jalan dan jembatan. Ruang penerapannya mencakup robotik, simulasi, serta peningkatan keselamatan lalu lintas. Dengan demikian, penggunaan AI di IKN tidak hanya diarahkan pada pengaturan pergerakan alat berat, tetapi juga mendukung berbagai pekerjaan konstruksi dan aspek keselamatan infrastruktur.
Sumber: ANTARA News – Bisnis


















