CHINT memperkenalkan Power Pod yang dirakit di pabrik serta teknologi Solid-State Transformer (SST) dalam ajang Data Centre World Asia 2026 di Singapura. Kedua solusi tersebut ditawarkan untuk mendukung pembangunan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang membutuhkan kapasitas daya lebih besar dan waktu pembangunan yang semakin terukur.
Power Pod merupakan sistem kelistrikan terintegrasi yang dirancang dan dipersiapkan di fasilitas CHINT sebelum dikirim ke lokasi proyek. Solusi ini mencakup berbagai kebutuhan kelistrikan pusat data, mulai dari koneksi jaringan listrik, distribusi dan transformasi tegangan menengah, hingga distribusi tegangan rendah serta perlindungan sirkuit untuk beban perangkat teknologi informasi.
Power Pod Dirakit dan Diuji di Pabrik
Berbeda dari pendekatan yang mengirimkan komponen secara terpisah untuk kemudian dirakit di lokasi, CHINT menggabungkan rekayasa, manufaktur, perakitan, dan pengujian dalam satu rangkaian layanan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi gangguan selama pembangunan sekaligus mempercepat kesiapan fasilitas menerima pasokan listrik.
Power Pod berbentuk sistem kelistrikan dalam kontainer tertutup yang dapat dipasang di luar ruangan. Di dalamnya terdapat switchgear, transformator, sistem proteksi sirkuit, pendingin, perlindungan kebakaran, pencahayaan, serta perangkat keamanan. Komponen-komponen itu dirakit dan diuji di pabrik sebelum unit dikirim ke proyek.
Menurut informasi CHINT, penggunaan Power Pod dapat memangkas waktu pemasangan hingga 60 persen dibandingkan sistem yang dirakit langsung di lokasi. Setelah tiba di proyek, pemasangan unit disebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Dengan proses tersebut, jeda antara kedatangan peralatan dan kesiapan ruang pusat data untuk memperoleh daya dapat dipersingkat.
Power Pod tersedia dalam konfigurasi kapasitas 500 kilowatt hingga 4.000 kilowatt. Rentang tersebut ditujukan untuk kebutuhan mulai dari satu rak AI berkepadatan tinggi hingga sekitar satu ruang pusat data yang menampung sejumlah rak dengan karakteristik serupa.
Paul Lee, Strategic Segment Director Asia Pasifik CHINT, mengatakan kebutuhan pasokan listrik menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur AI. Ia menyebut operator membutuhkan sistem yang sudah divalidasi di pabrik dan dapat langsung dipasang, bukan kumpulan komponen yang masih harus diintegrasikan, dikabelkan, serta diuji di lokasi.
Sebagian besar peralatan utama Power Pod diproduksi dan diuji oleh CHINT. Sebelum pengiriman, setiap unit menjalani validasi di fasilitas pengujian perusahaan. Model ini membuat satu pihak menangani rangkaian proses dari perakitan hingga validasi sistem.
Teknologi Transformator untuk Arsitektur DC
Selain Power Pod, CHINT menampilkan Solid-State Transformer. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari arsitektur kelistrikan arus searah atau direct current (DC) generasi baru dan disebut menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan pusat data berbasis high-voltage direct current (HVDC) pada masa mendatang.
Penerapan SST dapat mengurangi jumlah tahapan konversi daya antara jaringan listrik dan rak perangkat teknologi informasi. Pengurangan tahapan itu berpotensi menekan kehilangan energi yang muncul dalam proses konversi daya.
CHINT berpartisipasi dalam Data Centre World Asia 2026 ketika pasar pusat data Asia Pasifik memasuki fase ekspansi kapasitas berikutnya. Pertumbuhan kebutuhan AI, keterbatasan infrastruktur kelistrikan, dan meningkatnya kompleksitas persyaratan proyek mendorong permintaan terhadap solusi yang dapat diproduksi, diuji, dan dipasang dengan jadwal lebih terukur.
Melalui keikutsertaan tersebut, CHINT menyatakan dukungannya terhadap kebutuhan kelistrikan pusat data di Asia Pasifik. Perusahaan memadukan kemampuan rekayasa, manufaktur, dan teknologi kelistrikan baru untuk memenuhi kebutuhan lingkungan komputasi dengan konsumsi daya yang terus meningkat.
Sumber: ANTARA News – Terkini


















