INFOJAWATIMUR.COM-Menjelang datangnya bulan Suro (1 Muharram) 1448 Hijriah yang jatuh pada pertengahan tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi mengambil langkah cepat dan taktis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kapolres Ngawi secara khusus merangkul dan mengumpulkan para ketua serta pengurus perguruan silat yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi untuk berkomitmen bersama menjaga kondusifitas dan kedamaian daerah.
Langkah preventif ini rutin dilakukan mengingat bulan Suro sering kali menjadi momen sakral bagi berbagai organisasi pencak silat untuk menggelar kegiatan tradisi, mulai dari pengesahan anggota baru hingga ziarah agung. Kerumunan massa dalam jumlah besar tersebut dinilai memerlukan penyamaan persepsi agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa gesekan.
Sinergi Pendekar: Mengubah Potensi Konflik Menjadi Harmoni Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun tegas tersebut, Kapolres Ngawi menekankan pentingnya peran serta para tokoh dan sesepuh perguruan silat dalam meredam potensi konflik di tingkat akar rumput (grassroots). Menurutnya, persaudaraan antar-perguruan harus diutamakan di atas kepentingan kelompok.
“Perguruan silat di Ngawi memiliki sejarah panjang dan jumlah anggota yang sangat besar. Kami ingin momentum Suro tahun ini menjadi ajang pembuktian bahwa para pendekar di Ngawi bisa menjadi pelopor kedamaian dan ikut menjaga rumah kita bersama agar tetap aman dan nyaman,” ujar Kapolres Ngawi dalam arahannya.
Pihak kepolisian juga meminta para pengurus pusat perguruan silat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap anggotanya, terutama generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab di media sosial.
Penyusunan Aturan dan Pengamanan Ketat Guna memastikan pergerakan massa tetap terkendali, Polres Ngawi bersama perwakilan perguruan silat mulai merumuskan sejumlah aturan teknis terkait pelaksanaan kegiatan selama bulan Suro. Beberapa poin krusial yang dibahas antara lain pembatasan konvoi kendaraan bermotor, larangan penggunaan knalpot brong, hingga koordinasi ketat mengenai rute dan jadwal acara agar tidak terjadi penumpukan massa di satu titik.
Polres Ngawi juga akan menyiagakan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, serta dibantu oleh tim pengamanan internal dari masing-masing perguruan silat. Pola pengamanan akan difokuskan pada penyekatan di perbatasan wilayah guna mengantisipasi masuknya massa dari luar daerah yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Sikap Tegas Terhadap Pelanggar Hukum Meskipun mengedepankan pendekatan humanis dan dialog terbuka, Kapolres Ngawi menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum yang tegas jika ditemukan oknum yang nekat melakukan pelanggaran, tindakan anarkis, atau perusakan fasilitas umum.
Pertemuan ini diakhiri dengan deklarasi damai bersama oleh seluruh ketua perguruan silat yang hadir. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pihak kepolisian dan berkomitmen mengawal seluruh prosesi bulan Suro 2026 di Kabupaten Ngawi agar berlangsung dengan khidmat, aman, dan membawa berkah bagi masyarakat luas.
