Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menilai Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang pembinaan dan pengembangan talenta kewirausahaan mahasiswa.
Pernyataan itu disampaikan Koordinator Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek Sukino saat membuka KMI Expo XVII 2026 dan Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.
Menurut Sukino, rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, inovasi, kemampuan, serta semangat mengembangkan diri. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membantu mahasiswa mengolah ide menjadi karya atau usaha yang memiliki nilai dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Mendorong ide menjadi inovasi bernilai
Sukino mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya menghasilkan gagasan. Mereka juga perlu belajar mengembangkan gagasan tersebut agar memiliki manfaat yang lebih luas. Karena itu, proses dalam KMI Expo dan KBMK diharapkan dapat menjadi pengalaman pembelajaran, bukan hanya sarana untuk mengejar kemenangan.
Ia meminta para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, integritas, sportivitas, dan rasa percaya diri. Sukino juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menilai kompetisi hanya dari pihak yang berhasil menjadi juara.
“Jadikan setiap proses yang Anda jalani sebagai kesempatan untuk belajar,” ujar Sukino.
Ia menambahkan, kemampuan akademik saja belum cukup bagi mahasiswa Indonesia. Menurut dia, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berinovasi, berkolaborasi, serta berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Dalam konteks itu, KMI Expo dan KBMK dinilai memiliki peran dalam membangun ekosistem pengembangan talenta Indonesia. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dalam ruang yang mendorong penguatan gagasan, kemampuan usaha, dan pengalaman berkompetisi.
Wirausaha muda perlu berpijak pada potensi lokal
Pelaksana Tugas Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman mengatakan kewirausahaan mahasiswa perlu dikembangkan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan berusaha, tetapi juga untuk membentuk karakter dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Ali menilai pembelajaran kewirausahaan di ruang kuliah perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung. Melalui kegiatan seperti KMI Expo, mahasiswa dapat mempraktikkan kemampuan berniaga dan mengembangkan karakter kewirausahaan.
Selain menjadi tempat bertemu dan bertukar pengalaman, KMI Expo juga dinilai dapat memperluas jejaring antar-mahasiswa serta memperkuat wirausaha muda. Ali berharap pengembangan tersebut turut dibarengi perspektif manajerial yang berbasis sistem informasi dan literasi digital.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan potensi lokal dan orientasi global. Mahasiswa, kata dia, perlu tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal, tetapi mampu berkembang serta menghasilkan dampak secara global.
Diikuti ratusan kelompok usaha mahasiswa
KMI Expo XVII 2026 dan KBMK 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keduanya menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem kewirausahaan dan pengembangan talenta mahasiswa.
KMI Expo XVII 2026 berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 dan diikuti 395 kelompok usaha mahasiswa. Sementara itu, KBMK 2026 melibatkan 25 tim dari 19 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Seluruh peserta dalam dua kegiatan tersebut telah menjalani serangkaian seleksi yang dilakukan Kemendiktisaintek. Melalui rangkaian kegiatan itu, perguruan tinggi diharapkan turut mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan untuk bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Sumber: ANTARA News – Terkini

















