Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) kembali menggelar workshop Gerakan Masjid Berdaya (GERMADA), untuk menguatkan manajemen masjid. Kegiatan dihelat di Al Falah Tower, Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
Sekitar 120 masjid dan 250 takmir berpartisipasi dalam pelatihan. Pengurus masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Jombang, Lamongan, Banyuwangi, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Hadir sebagai narasumber, Syubban Rizali Noor, Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta, serta Ir. Kusnadi Ikhwani, M.M., Ketua Takmir Masjid Agung Al-Falah Sragen.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen masjid untuk mendukung pemakmuran masjid, serta tata kelola qurban yang amanah dan profesional. Materi yang disampaikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi para takmir dalam meningkatkan pelayanan dan peran masjid di tengah masyarakat.
Ketua panitia kegiatan, Dainuri, menjelaskan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas para takmir masjid agar mampu memberdayakan masjid, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.
“Dalam kegiatan ini utamanya mengangkat dua tema pembahasan, di antaranya tata kelola qurban dan manajemen masjid agar mampu memberdayakan dan menyejahterahkan masjid,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Direktur Utama YDSF Jauhari Sani juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu berkelanjutan dan diimplementasikan di masjid-masjid yang dikelola para peserta.
“Kita sudah menyiapkan kurikulum, mulai dari bagaimana kebijakan dan struktur masjid, keuangan, IT, pembinaan remas hingga membangun jejaring dan lain sebagainya,” ungkap Jauhari.

Salah satu peserta, Emil Nasrudin Zaki dari Masjid Attaqwa, Tunggulwulung, Kota Malang, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk membangun kemaslahatan masjid dan meningkatkan keterlibatan jamaah.
“Materinya sangat menggugah semangat kami semuanya dalam menjadikan takmir menjadi Garda pertama kemakmuran masjid. Semoga bisa kami aplikasikan,” ujarnya.



















