Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) bersama Kaifa Tusholli Center (KTC) kembali menggelar Pelatihan Shalat Kaifa Tusholli seri kedua di Masjid Al Maghfiroh, Rungkut, Surabaya, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari komunitas pengajian, donatur, dan guru ngaji yang sebelumnya telah mengikuti tahap pertama.
Pada pertemuan kedua ini, peserta mempelajari materi pasal 9 hingga pasal 18 dalam metode Kaifa Tusholli. Pembahasan meliputi bacaan surah setelah Al-Fatihah, praktik rukuk, iktidal, sujud, hingga doa-doa setelah shalat dengan merujuk pada riwayat hadis yang digunakan dalam materi pelatihan.

Trainer Kaifa Tusholli, Ustaz Qory Hammad, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta dapat memahami bacaan dan gerakan shalat sesuai materi yang dipelajari.
“Alhamdulillah, semuanya tuntas, yakni praktik gerakan maupun bacaan-bacaan dalam shalat. Para peserta juga mengikuti kegiatan dengan sangat antusias,” ujar Qory Hammad.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mempelajari sejumlah variasi bacaan dan gerakan shalat yang memiliki dasar riwayat berbeda. Pembahasan ini diharapkan dapat menambah pemahaman peserta bahwa variasi dalam praktik ibadah tertentu memiliki rujukan yang dapat dipelajari.

Salah satu peserta, Ana Maidah, mengaku memperoleh pemahaman baru, terutama mengenai gerakan shalat serta variasi bacaan iftitah dan tahiyat.
“Materi yang paling saya ingat adalah tentang gerakan shalat. Masyaallah, ada banyak perbaikan yang luar biasa, terutama tentang rukuk, sujud, dan hampir semua gerakan. Selain itu, bacaan iftitah dan tahiyat juga semakin dipahami karena ada beberapa riwayat yang berbeda,” ungkap Ana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada YDSF yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ana berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Tahap berikutnya dari pelatihan ini adalah tashih, yakni proses pengujian sekaligus pembetulan praktik shalat peserta berdasarkan materi Kaifa Tusholli yang telah dipelajari.
Menjelang tahapan tersebut, Qory Hammad mengimbau peserta untuk mempersiapkan diri dengan membaca dan mempelajari kembali materi, sekaligus memperbaiki bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi bacaan maupun gerakan.
“Untuk sukses tashih pekan depan, saran saya, peserta selalu membaca dan mempelajari kembali materi untuk memperbaiki bagian yang masih kurang, baik dari sisi bacaan maupun gerakan,” tuturnya.


















