PPNS Perkuat Literasi Halal Produsen Tahu dan Tempe Ledok Kulon untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan Lokal

Tim PPNS bersama Produsen Tahu dan Tempe Ledok Kulon

Bojonegoro, INFOJAWATIMUR.COM – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) meluncurkan program pengabdian masyarakat yang menyasar sentra produksi tahu dan tempe di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota. Program bertajuk “Penguatan Literasi Halal dalam Mendukung Responsible Consumption and Production pada UMKM Pangan Lokal” ini diketuai oleh Dra. Daisy Dwijati, KRA., M.Pd., dan dilaksanakan melalui kunjungan lapangan serta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan warga setempat.

Rombongan dosen dan mahasiswa PPNS dari berbagai jurusan secara langsung mendatangi lokasi produksi tahu dan tempe yang sudah lama menjadi produk kebanggaan Kelurahan Ledok Kulon. Selain mengamati proses produksi, tim PPNS juga memetakan peluang pendampingan yang dapat mendorong peningkatan kualitas dan memperluas jangkauan pasar produk pangan lokal tersebut.

Program pendampingan yang dirancang PPNS mencakup beberapa aspek strategis. Salah satunya adalah mendorong diversifikasi produk berbasis olahan tahu dan tempe guna meningkatkan nilai tambah dan daya tarik usaha. Diversifikasi ini dinilai penting untuk membuka segmen pasar baru dan mengurangi ketergantungan pada produk mentah yang margin keuntungannya relatif tipis.

Pada aspek efisiensi, PPNS mendorong optimalisasi penggunaan bahan baku agar proses produksi berlangsung lebih hemat, berkualitas, dan sejalan dengan prinsip responsible consumption and production. Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah produksi.

Pengembangan kemasan produk juga masuk dalam agenda pendampingan. PPNS mendorong para produsen untuk menghadirkan kemasan yang lebih modern, higienis, dan memiliki identitas merek yang kuat. Penguatan kemasan diyakini mampu meningkatkan persepsi kualitas di benak konsumen dan membuka peluang masuk ke jaringan ritel yang lebih besar.

Selain itu, PPNS menjajaki strategi globalisasi pemasaran produk tahu dan tempe melalui penguatan branding, standarisasi mutu, serta optimalisasi platform pemasaran digital. Langkah ini relevan mengingat pasar digital yang terus berkembang dan menawarkan akses yang lebih luas, termasuk ke segmen konsumen luar daerah maupun mancanegara.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua Dekranasda, Cantika Wahono, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia mengungkapkan bahwa Tahu Ledok telah dikenal luas oleh masyarakat sejak puluhan tahun dan kini telah menjangkau sejumlah daerah seperti Tuban, Blora, dan Gresik.

“Dengan pendampingan dari PPNS, kami berharap para pengusaha tahu dan tempe mampu memahami pentingnya literasi halal, standarisasi produk, dan inovasi usaha agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.”

Ketua tim PPNS, Daisy Dwijati, menekankan bahwa institusinya tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan vokasi, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam penguatan ekosistem UMKM daerah. Menurutnya, PPNS secara konsisten mendukung komunitas usaha melalui inovasi teknologi, pengembangan bisnis, dan pendampingan lapangan yang berorientasi pada hasil nyata.

Melalui program ini, PPNS berharap UMKM tahu dan tempe Ledok Kulon dapat bertransformasi menjadi usaha pangan yang lebih inovatif, kompetitif, dan memenuhi standar produksi halal secara berkelanjutan. Sinergi antara PPNS, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat diharapkan terus menguat demi membuka peluang pasar yang lebih luas serta memperkokoh pondasi ekonomi daerah berbasis produk lokal unggulan.

Need Help? Chat with us
Exit mobile version