Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Upaya mengantisipasi penyebaran nyamuk, khususnya nyamuk penyebab demam berdarah, dilakukan warga RT 03 RW 03 Gunung Anyar Kidul, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, melalui kegiatan fogging, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh RT 03 dan dilakukan secara berkala setiap semester.
Fogging menyasar sejumlah area di wilayah RT 03, di antaranya Gang 2, Gang 2A, Jalan Gunung Anyar Kidul, dan Jalan Amir Mahmud. Selain gang dan ruas jalan, pemfoggingan juga dilakukan pada selokan serta hingga ke bagian dalam rumah warga, dengan tetap memperhatikan izin dari pemilik rumah.
Ketua RT 03, Choirul Akbar, mengatakan kegiatan pemfoggingan dilakukan secara berkala setiap semester. Menurutnya, jenis obat yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan sasaran kegiatan. Pada semester sebelumnya, obat yang digunakan diperuntukkan bagi pengendalian nyamuk penyebab demam berdarah, sedangkan pada kegiatan kali ini digunakan untuk pengendalian nyamuk dan kecoa.
“Kegiatan pemfoggingan ini dilakukan secara berkala setiap semester. Untuk semester sebelumnya, obat yang digunakan adalah untuk demam berdarah, sedangkan kali ini untuk nyamuk dan kecoa. Kegiatan ini juga sudah kami konsultasikan dan mendapatkan izin dari dinas terkait,” ujar Choirul Akbar.
Ia menjelaskan, biaya operasional kegiatan pemfoggingan menggunakan kas RT. Pihaknya juga menerima dengan suka cita apabila ada warga yang ingin memberikan donasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemfoggingan di lingkungan RT 03.
Sementara itu, salah satu warga RT 03 Gang 2, Teguh Santoso, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemfoggingan sangat bermanfaat untuk membantu mengendalikan keberadaan nyamuk maupun kecoa, terutama di area yang terdapat genangan air dan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat, terutama untuk membasmi nyamuk maupun kecoa yang berada di sekitar genangan air dan tempat-tempat yang menjadi sarangnya,” kata Teguh.
Ia berharap kegiatan pemfoggingan dapat dilakukan lebih rutin, yakni setiap tiga hingga empat bulan sekali. Menurutnya, kegiatan tersebut penting sebagai salah satu upaya bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi warga.
Kegiatan berlangsung hingga seluruh area yang menjadi sasaran fogging selesai dilakukan. Warga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
