Sidoarjo, INFOJAWATIMUR.COM -Serba-serbi Manten Expo 2026 yang digelar di Lippo Plaza Sidoarjo pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026 menghadirkan 32 tenant dari berbagai sektor industri pernikahan. Pameran yang diselenggarakan oleh Noble Entertainment tersebut menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya calon pengantin, untuk mendapatkan berbagai referensi kebutuhan pernikahan dalam satu lokasi.
Sebanyak 32 tenant yang berpartisipasi menawarkan beragam produk dan layanan, mulai dari wedding organizer, bridal, tata rias pengantin, dekorasi, fotografi, videografi, katering, souvenir, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat berkonsultasi secara langsung dengan para vendor, membandingkan berbagai paket layanan, serta memperoleh informasi dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha, pameran ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus mempertemukan vendor dengan calon pelanggan.
Saat ditemui tim media INFOJAWATIMUR.COM di sela-sela penyelenggaraan pameran pada Jumat (3/7/2026), perwakilan Noble Entertainment, Aris, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Serba-serbi Manten Expo 2026 cukup baik. Menurutnya, sejak hari pertama penyelenggaraan, pengunjung terus berdatangan untuk mencari berbagai kebutuhan pernikahan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat lumayan bagus. Pengunjung yang datang tidak hanya melihat-lihat, tetapi juga berkonsultasi langsung dengan para vendor untuk memenuhi kebutuhan pernikahan mereka. Kami menargetkan hingga penutupan pameran pada Minggu (5/7/2026) dapat tercapai 250 transaksi,” ujar Aris.
Antusiasme tersebut juga dirasakan para peserta pameran. Salah satu vendor, Icha dari Farida’s Wedding, mengaku penyelenggaraan Serba-serbi Manten Expo 2026 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pameran sebelumnya.
“Alhamdulillah, pameran kali ini mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan pameran sebelumnya. Hampir setiap hari kami berhasil dealing dengan calon pengantin yang datang ke booth. Menurut kami, pameran seperti ini masih menjadi media yang sangat efektif untuk mempertemukan vendor dengan calon pelanggan,” kata Icha.
Hal senada disampaikan Fatim dari Auriana Wedding. Menurutnya, kehadiran berbagai vendor dalam satu pameran memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mencari referensi pernikahan sekaligus membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha.
“Serba-serbi Manten Expo menjadi momentum yang baik bagi kami untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat. Selain bertemu calon pelanggan, kami juga dapat menjalin relasi dengan vendor lain sehingga membuka peluang kolaborasi untuk memberikan layanan pernikahan yang lebih lengkap,” ujar Fatim.
Serba-serbi Manten Expo 2026 menjadi salah satu agenda pameran pernikahan di Sidoarjo yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat dalam satu lokasi. Kehadiran 32 tenant memberikan beragam pilihan bagi calon pengantin untuk memperoleh informasi, membandingkan layanan, dan merencanakan pernikahan secara lebih efektif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan memperkuat ekosistem industri wedding di Jawa Timur.
PT IMIP memfasilitasi magang bagi 509 pelajar dan mahasiswa melalui tiga skema untuk memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun dalam IHPS I 2026, mencakup dana pendidikan, kesehatan, dan penerimaan daerah.
Bank BSN menandatangani kerja sama dengan Kementerian UMKM untuk memperluas akses KUR, didukung pertumbuhan layanan digital dan kinerja pembiayaan perseroan.
Gubernur Khofifah mengatakan, kualitas pendidikan turut ditopang oleh kondisi kesehatan para pendidik yang setiap hari mendampingi anak-anak. Karena itu, dukungan bagi guru perlu mencakup kebutuhan yang membantu mereka
Teknologi AI digunakan untuk mengoptimalkan rute alat berat dalam pembangunan Kompleks Parlemen Nusantara di IKN dengan memanfaatkan data lokasi terkini.
Penonton MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika mulai membeli topi, kaos, dan jersey. Penjual menyebut omzet selama ajang dapat mencapai Rp60-80 juta.
Agrinas Palma Nusantara menata ulang bisnis untuk mengembangkan sawit, jagung, kedelai, singkong, dan bioenergi dalam mendukung swasembada pangan dan energi.