Selamat dan Sukses

Ekonomi NTB Tumbuh 7,39 Persen pada Triwulan III 2026

Pertambangan dan industri pengolahan menjadi penopang utama, sementara ekspor barang dan jasa tumbuh 31,37 persen

Sertifikatin 1

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh 7,39 persen secara tahunan pada triwulan III 2026. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi pada hampir seluruh lapangan usaha.

Kepala BPS NTB Wahyudin menyampaikan data itu di Mataram, Kamis. Capaian pertumbuhan ekonomi NTB tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,47 persen pada periode yang sama.

Meski demikian, pertumbuhan NTB pada triwulan III 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan II 2026, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen secara tahunan.

Pertumbuhan NTB Tertinggi Kedua di Indonesia

Wahyudin mengatakan laju pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2026 merupakan yang tertinggi kedua di Indonesia. Posisi pertama ditempati Maluku Utara, yang mencatat pertumbuhan lebih dari 16 persen.

“Pertumbuhan 7,39 persen ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua se-Indonesia,” kata Wahyudin.

Data tersebut menunjukkan bahwa kinerja ekonomi NTB masih berada dalam tren pertumbuhan kuat meskipun terjadi perlambatan tipis dibandingkan triwulan II. Perbandingan dengan angka nasional juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan NTB lebih tinggi 1,92 poin persentase.

Pertambangan dan Industri Pengolahan Jadi Penggerak

Dari sisi lapangan usaha, pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan menjadi sektor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi NTB. Pertambangan dan penggalian tumbuh 30,23 persen, sedangkan industri pengolahan mencatat pertumbuhan 19,02 persen.

Kinerja kedua sektor tersebut berkaitan dengan peningkatan produksi konsentrat tembaga. Produksi itu berlangsung seiring berlanjutnya siklus produksi tambang pada fase optimal serta optimalisasi smelter.

Dengan demikian, aktivitas pertambangan tidak hanya tercermin dalam kinerja sektor ekstraktif, tetapi juga berkontribusi terhadap industri pengolahan yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah pada periode tersebut.

Ekspor Tumbuh Paling Tinggi dari Sisi Pengeluaran

Berdasarkan komponen pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 31,37 persen. Angka tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam kinerja ekonomi NTB selama triwulan III 2026.

Namun, BPS juga menekankan besarnya pengaruh aktivitas tambang terhadap capaian pertumbuhan daerah. Wahyudin menjelaskan bahwa apabila sektor pertambangan tidak diperhitungkan, pertumbuhan ekonomi NTB pada periode tersebut hanya mencapai 3,73 persen.

“Kalau kami keluarkan tambang, pertumbuhan ekonomi hanya 3,73 persen,” ujarnya.

Keterangan itu memperlihatkan bahwa pertambangan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam pembentukan angka pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2026. Di saat yang sama, pertumbuhan industri pengolahan dan ekspor barang serta jasa turut menjadi bagian dari dinamika ekonomi daerah yang dicatat BPS.

Sumber: ANTARA News – Finansial

Home Trending Kontak