Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Suasana pagi di kawasan sekitar SMP Negeri 46 Surabaya berubah semarak pada peringatan Hari Santri Nasional 2025, Selasa (21/10/2025). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa berpakaian khas santri berbaris rapi mengikuti Kirab Santri yang digelar oleh pihak sekolah.
Kirab dimulai dari halaman sekolah dan menyusuri jalan sekitar kawasan Surabaya Utara. Para siswa membawa bendera merah putih serta spanduk bertuliskan pesan-pesan kebersamaan dan cinta Rasulullah. Sepanjang perjalanan, peserta kirab juga melantunkan shalawat yang menggema di sepanjang rute.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk pembinaan karakter dan penanaman nilai religius di lingkungan sekolah. Menurut pihak panitia, Hari Santri menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan siswa kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan semangat nasionalisme.
Selain kirab, acara juga diisi dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin guru agama. Dalam tausiyahnya, guru mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW seperti jujur, sabar, dan peduli sesama. Kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh siswa.
Tidak hanya siswa, para guru juga turut serta dalam barisan kirab. Mereka berjalan bersama peserta sambil memberikan arahan dan dukungan. Menurut para guru, kegiatan seperti ini efektif untuk mempererat hubungan antarsiswa sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari generasi santri modern.
Masyarakat sekitar sekolah pun tampak antusias menyambut kegiatan tersebut. Beberapa warga bahkan berdiri di pinggir jalan untuk menyapa dan memberikan semangat kepada para peserta. Kegiatan berlangsung tertib dengan pengamanan dari guru piket dan bantuan petugas lalu lintas.
Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Surabaya, Ani Musafa’ah, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya lewat kata-kata, tapi lewat pembiasaan dan keteladanan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi santri modern yang berilmu, berakhlak, dan cinta Indonesia,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dapat terjalin erat dalam kehidupan siswa. “Kami ingin setiap peringatan Hari Santri menjadi pengingat bahwa ilmu dan iman harus berjalan seimbang,” tambah Ani.
Peringatan Hari Santri di SMP Negeri 46 Surabaya pun ditutup dengan pembacaan shalawat bersama. Suasana religius dan kebersamaan terasa kuat, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar.)***RED.
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali erupsi pada 31 Agustus 2026. Statusnya dinaikkan menjadi Siaga, dengan larangan aktivitas di sejumlah zona rawan.
kompetisi ini menjadi ruang bagi barista muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mengeksplorasi ide dalam menciptakan kreasi coffee mixology. Peserta tidak hanya dituntut menghasilkan minuman dengan cita rasa seimbang
Kemenkes bersama sektor swasta mengembangkan ekosistem kesehatan digital untuk membantu lansia menua sehat dan produktif menghadapi perubahan demografi menuju 2045.
Kegiatan peletakan batu pertama dilaksanakan di tanah milik Desa Gili Ketapang dan menjadi
simbol dimulainya proses pengadaan serta pengembangan sarana pengolahan sampah
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menegaskan keputusan Muktamar Ke-35 NU mengikat peserta, tetapi masih dapat diubah melalui mekanisme forum dan persetujuan muktamirin.