Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan ekonomi berbasis pesantren melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Selasa dan Rabu (21-22/4/2026).

Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Rakor ini sangat penting dan strategis, karena Jawa Timur dengan jumlah pesantren terbesar dan basis ekonomi kerakyatan yang kuat, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional dan khususnya di kawasan Jawa Timur.

Menurut Akhmad Jazuli sangat tepat jika pesantren harus dibekali dengan ilmu kewirausahaan dan keterampilan dan OPOP ini sangat penting. Maka rakor ini sangat penting yang diharapkan bisa merumuskan sesuatu yang betul – betul dilaksanakan dengan mudah.
Kata Akhmad Jazuli, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas dukungan serta inovasi yang terus dikembangkan oleh anggota tim penguatan dan pengembangan OPOP Jawa Timur, diantaranya oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (Dinkop UKM) dengan fasilitasi advokasi kelembagaan, sertifikasi, perluasan pasar dan pembiayaan hingga yang paling baru ada program Pesawat (Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu).

Sedangkan ITS dengan OPOP Training Center dengan program pelatihan dan pendampingan koperasi pesantren di 8 (Delapan) wilayah Di Jawa Timur. UNUSA dengan OPOP Training Center, kemudian Badan Pendapatan Daerah Provinsi (Bappeda) Jawa Timur dengan Samsat OPOP, Bank Indonesia dengan dukungan digitalisasi pembayaran dan Bank Jatim Syariah Dengan kolaborasi layanan perbankan Syariah.
“Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara menjadi penbhubung berbagai daerah tertutama untuk Indonesia bagian timur, sehingga partisipasi pesantren adalah salah satunya adalah untuk membentuk SDM unggul untuk melanjutkan ekonomi di Jawa Timur. Alumni pesantren betul – betul menjadi penggerak ekonomi, “pungkasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan bahwa rakor ini digelar untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren di Jawa Timur sertsa meningkatkan jalinan tali silaturrahmi antara pemerintah, stakeholder dan pesantren anggota OPOP Jawa Timur Tahun dan untuk meningkatkan pemahaman strategi pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren melalui banchmarking koperasi sukses.
KADIN Jawa Timur hadir diwakili oleh Ari Prabowo, selaku Wakil Ketua Komite Tetap Bidang UMKM, mengapresiasi Launching Program PESAWAT dari OPOP guna mendorong Santri Naik Kelas dalam berbisnis.
Rakor ini diikuti oleh 170 orang dari 100 Pesantren peserta program OPOP Tahun 2026, 10 Peserta OPOP terbaik tahun 2019-2025, anggota Tim Eko-Tren OPOP Jawa Timur serta 100 Pesantren peserta program OPOP Tahun 2026 yang hadir secara daring.
Dalam rakor ini juga dilakukan penyerahan sertifikat Badan Hukum Koperasi,Sertifikat halal, sertifikat merk HAKI, Bantuan 1000 Koperasi Pesantren inovatif, penyerahan santuan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan serta lunching Pelatihan Santri Wirausaha Terpadu (Pesawat) OPOP Jatim Tahun 2026.



















