Reduksi Sampah dari Akar Rumput: Mengintip Sinergi Warga Simomulyo Kelola Limbah Organik

INFOJAWATIMUR.COM – INFOJATIM.COM-Masalah penumpukan sampah di perkotaan kerap menjadi benang kusut yang tak kunjung terurai. Namun, secercah harapan muncul dari sudut Kota Surabaya, tepatnya di wilayah RT 01/RW 02, Kelurahan Simomulyo. Melalui forum edukasi bertajuk “Sinau Bareng Kader Surabaya Hebat (KSH)”, warga setempat membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan yang efektif bermula dari kesadaran di tingkat akar rumput.

​Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi panggung kolaborasi nyata antara pengurus RT, pihak kelurahan, dan kader lingkungan dalam menekan volume sampah domestik, khususnya limbah organik.

​Integrasi Komposter dan Budidaya Maggot

​Ketua RT 01, Bapak Yuda, menegaskan komitmen wilayahnya untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan. Menurutnya, pengolahan sampah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mandiri.

​Langkah taktis ini diperkuat oleh pemaparan dari Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Simomulyo, Ibu Budi. Dalam sesi edukasi tersebut, ia mengupas tuntas dua metode mutakhir yang dinilai paling efektif untuk mereduksi sampah organik rumah tangga: sistem komposter dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

​”Sampah dapur tidak boleh lagi hanya berakhir di TPA. Dengan komposter, warga bisa menghasilkan pupuk organik mandiri. Sementara dengan maggot, kita memanfaatkan rantai biologis di mana larva BSF ini mampu mengurai sampah organik dengan sangat cepat sekaligus bernilai ekonomi sebagai pakan ternak,” ujar Ibu Budi di hadapan warga.

​Simo Mandiri: Motor Penggerak Ekonomi Sirkular

​Keberhasilan pengelolaan sampah di RT 01 RW 02 tidak lepas dari peran Bank Sampah “Simo Mandiri”. Dipimpin oleh Ibu Martini, bank sampah ini menjadi lokomotif penggerak ekonomi sirkular di wilayah tersebut.

​Setiap hari Sabtu, suasana di pos Simo Mandiri mendadak riuh. Sebanyak kurang lebih 15 warga secara konsisten berkumpul untuk melakukan pemilahan sampah kering dan basah. Gerakan rutin mingguan ini bukan sekadar aktivitas kebersihan, melainkan manifestasi dari kepedulian yang telah mengkristal menjadi budaya warga.

​Menuju Kelurahan Minim Sampah

​Keberadaan Bank Sampah Simo Mandiri di RT 01 ternyata merupakan bagian dari peta jalan besar yang tengah melanda Kelurahan Simomulyo. Hingga saat ini, tercatat telah terbentuk 15 bank sampah aktif yang tersebar di seluruh wilayah kelurahan.

Profil Pengelolaan Sampah SimomulyoKeterangan
Fokus UtamaPengolahan Organik (Maggot & Komposter)
Inisiator RT 01Bapak Yuda (Ketua RT 01)
Narasumber KelurahanIbu Budi (Kasi Kesra)
Bank Sampah Andalan RT 01Simo Mandiri (Ketua: Ibu Martini)
Rutinitas PemilahanSetiap Hari Sabtu (± 15 Anggota Aktif)
Total Bank Sampah di Kelurahan15 Unit Aktif

Kehadiran 15 bank sampah aktif ini menegaskan bahwa Kelurahan Simomulyo serius dalam mengadopsi konsep zero waste. Sinergi antara kebijakan kelurahan, keteladanan pengurus RT, dan konsistensi para Kader Surabaya Hebat (KSH) diharapkan mampu menjadi cetak biru (blueprint) bagi wilayah lain di Surabaya dalam mengatasi darurat sampah perkotaan.

Need Help? Chat with us