YDSF Luncurkan Program Guru Gemilang, Cetak Guru Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan AI

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) meluncurkan Program Guru Gemilang sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan, termasuk pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peluncuran program ditandai dengan kegiatan Stadium General dan Kick Off Guru Gemilang yang digelar di Hotel Namira, Surabaya, Sabtu (18/7/2026). Sebanyak 50 guru dari 16 sekolah swasta di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo mengikuti program pengembangan kapasitas tersebut.

Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Praxis Sleman, Yogyakarta, Aisyah Prastowo, D.Phil, mengatakan guru harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan.

“Beberapa tahun lalu kita tidak pernah membayangkan kemampuan AI berkembang seperti sekarang. Tantangan pendidikan terus berubah dan sulit diprediksi. Karena itu, guru memiliki kewajiban untuk terus mengikuti perkembangan tersebut,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Menurut Aisyah, setiap guru memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal untuk terus bertumbuh dan mengembangkan profesionalismenya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar pendidik mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Ia menjelaskan, terdapat tiga modal utama yang harus dimiliki guru. Pertama, human capital, yaitu kompetensi dan pengetahuan. Kedua, social capital, yakni kemampuan membangun kolaborasi dan relasi. Ketiga, decisional capital, yaitu kebijaksanaan dalam mengambil keputusan berdasarkan pengalaman.

“Ketiga modal ini menjadi fondasi agar guru tetap profesional, adaptif, dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani, mengatakan Program Guru Gemilang merupakan bagian dari komitmen YDSF dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi dan karakter guru.

Program tersebut akan berlangsung selama 18 bulan atau setara dengan 1.000 jam pelatihan. Selama proses pembelajaran, peserta akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi mengajar, kemampuan membimbing, pembentukan karakter, hingga pengembangan kepemimpinan sebagai pendidik.

Menurut Jauhari, Program Guru Gemilang diselenggarakan bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) sebagai mitra pengembangan kapasitas guru.

“Program ini kami hadirkan untuk membantu melahirkan guru-guru yang memiliki kualitas diri dan profesionalisme yang lebih kuat, sehingga mampu menjadi guru yang cerdas, amanah, dan bertalenta,” katanya.

Ia menjelaskan, guru yang cerdas adalah guru yang mampu mengelola pembelajaran secara efektif, amanah dalam menjalankan tugas pendidikan, serta bertalenta dalam mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui Program Guru Gemilang, YDSF berharap lahir pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Need Help? Chat with us