Berita  

AS Desak UAE Tingkatkan Tekanan Ekonomi terhadap Iran

UAE menyatakan telah menghentikan aktivitas perdagangan dan keuangan dengan Teheran, tetapi sejumlah pejabatnya ingin mempertahankan jalur komunikasi diplomatik.

Sertifikatin 1

Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir mendesak Uni Emirat Arab (UAE) untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Kamis dengan mengutip sejumlah sumber.

Desakan Washington itu muncul di tengah langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memperluas tekanan ekonomi dan mengisolasi Iran. Amerika Serikat berupaya memutus jalur keuangan serta perdagangan yang dinilai memberikan dukungan ekonomi kepada Teheran.

Pada Selasa (18/8), Direktur Departemen Komunikasi Strategis Kementerian Luar Negeri UAE, Afra Al Hameli, menyatakan bahwa negaranya telah menghentikan aktivitas perdagangan dan keuangan dengan Iran. Pernyataan itu menjadi salah satu perkembangan penting dalam hubungan ekonomi UAE dan Teheran di tengah tekanan Washington.

Kekhawatiran terhadap dampak ekonomi

Menurut sumber yang dikutip The Wall Street Journal, otoritas UAE khawatir strategi Amerika Serikat dapat menimbulkan dampak buruk bagi sejumlah sektor ekonomi negara-negara Teluk. Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan negara yang bergantung pada pariwisata dan perdagangan, bukan pada sektor minyak.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa sebagian pejabat UAE ingin tetap mempertahankan jalur komunikasi dengan Teheran. Saluran tersebut dipandang dapat menjadi instrumen diplomatik apabila operasi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Sikap itu menunjukkan adanya pertimbangan antara mengikuti tekanan Washington dan menjaga ruang komunikasi dengan Iran. Namun, materi laporan tersebut tidak menjelaskan bentuk komunikasi yang hendak dipertahankan ataupun langkah lanjutan UAE setelah pernyataan mengenai penghentian aktivitas perdagangan dan keuangan.

Trump umumkan operasi ekonomi terhadap Iran

Pada Selasa (18/8), Trump mengatakan Teheran tidak memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Setelah itu, Amerika Serikat meluncurkan operasi ekonomi berskala besar terhadap Iran.

Sehari kemudian, Rabu (19/8), Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun. Ia juga memperluas kampanye untuk mengisolasi Iran dan memperingatkan negara serta perusahaan yang membantu Teheran bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan berupaya menghentikan jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan sokongan ekonomi kepada Iran. Ia juga memperingatkan entitas di negara lain yang membantu Teheran, termasuk lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau institusi pemerintah.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan negara mana pun yang mengizinkan entitas tersebut memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Pernyataan itu mempertegas upaya Washington untuk memperluas dampak kebijakan ekonominya melampaui hubungan langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan mengenai desakan kepada UAE tersebut muncul ketika Washington berusaha memperoleh dukungan lebih luas terhadap strategi ekonominya. Di sisi lain, kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap dampak kebijakan itu serta keinginan sebagian pejabat UAE mempertahankan jalur diplomatik menjadi faktor yang turut membentuk respons Abu Dhabi terhadap tekanan Amerika Serikat.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak