Berita  

Lima Berita Humaniora Populer: Tenda Darurat Sekolah Korban Gempa NTT hingga Kabut Asap

Penerbangan ke Muara Teweh dibatalkan selama dua hari akibat gangguan jarak pandang karena karhutla.

Sertifikatin 1

Sejumlah peristiwa humaniora menjadi perhatian publik pada Kamis, 20 Agustus. Isunya mencakup dukungan pendidikan bagi siswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), pembelajaran seni ukir oleh mahasiswa mancanegara di Jepara, risiko wabah pascabencana, gangguan penerbangan akibat kabut asap, serta evakuasi kelompok rentan.

Tenda darurat menopang kegiatan belajar di NTT

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan 100 tenda kelas darurat. Bantuan tersebut ditujukan bagi sekolah-sekolah yang bangunannya rusak akibat gempa bumi di NTT.

Tenda itu digunakan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas belajar dan mengajar para siswa. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelajar yang terdampak kerusakan fasilitas sekolah akibat bencana.

Di tengah kondisi pascagempa, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengintensifkan evakuasi medis bagi kelompok rentan di NTT. Sasaran evakuasi meliputi warga lanjut usia dan ibu hamil yang mengalami sakit serta trauma akibat banyaknya guncangan gempa susulan.

Evakuasi tersebut dilakukan setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Namun, sumber tidak memerinci jumlah warga yang telah dievakuasi maupun lokasi penanganan medis mereka.

Mahasiswa dari 14 negara belajar ukiran Jepara

Sebanyak 25 mahasiswa dari 14 negara memperoleh kesempatan mempelajari seni ukir kayu khas Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pembelajaran berlangsung secara langsung bersama para pengukir lokal profesional di Galeri Jepara Wood Carving.

Kegiatan itu mempertemukan mahasiswa mancanegara dengan pelaku seni ukir setempat. Mereka mempelajari keterampilan yang menjadi ciri khas Jepara melalui pengajaran langsung dari para pengukir profesional.

Risiko wabah setelah bencana alam

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ristiyanto, mengingatkan adanya risiko amplifikasi ekologi setelah bencana alam.

Menurut dia, fenomena tersebut dapat memicu wabah penyakit yang berpindah kepada manusia atau hewan, yang disebut penyakit tular vektor. Sumber tidak menjelaskan bentuk bencana atau jenis penyakit tertentu yang dimaksud dalam peringatan tersebut.

Kabut asap ganggu penerbangan di Muara Teweh

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengganggu penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Dalam dua hari terakhir, penerbangan di bandara perintis itu dibatalkan.

Penerbangan yang terdampak pada Rabu, 19 Agustus, hingga Kamis, 20 Agustus, adalah layanan Wings Air dengan rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Muara Teweh. Sumber menyebut penerbangan tersebut batal karena kondisi kabut asap, tetapi tidak memerinci jumlah penerbangan atau penumpang yang terdampak.

Rangkaian informasi itu menunjukkan beragam dampak bencana dan upaya penanganannya, mulai dari penyediaan ruang belajar sementara serta evakuasi medis di wilayah gempa hingga gangguan transportasi udara akibat karhutla. Pada saat yang sama, agenda kebudayaan dan peringatan kesehatan masyarakat turut menjadi bagian dari berita humaniora yang mendapat perhatian pada periode tersebut.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak