Foto: Ilustrasi serangan jantung.
INFOJAWATIMUR.COM – Serangan jantung tidak hanya mengancam kelompok lanjut usia. Kini, penyakit kardiovaskular juga mengintai orang berusia 30 hingga 40-an, terutama mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi.
Banyak orang masih menganggap rasa tidak nyaman di dada sebagai gejala maag atau masuk angin. Begitu pula dengan kelelahan berkepanjangan yang kerap dikaitkan dengan padatnya pekerjaan dan tingginya tingkat stres.
Padahal, gejala tersebut bisa menjadi sinyal awal gangguan jantung yang perlu mendapat perhatian. Terlebih, serangan jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada hebat. Sejumlah tanda justru muncul secara samar sehingga kerap luput dari perhatian.
Pakar Spesialis Jantung dari EHCC Hospital Jaipur, India, Dr Ajeet Bana, mengungkapkan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Selain hipertensi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi, gaya hidup kurang bergerak (sedentary), kebiasaan merokok, stres berkepanjangan, serta faktor keturunan turut meningkatkan risiko serangan jantung.
“Serangan jantung tidak selalu dimulai dengan nyeri dada yang hebat. Tanda-tandanya bisa sangat samar dan sering kali luput dari perhatian,” jelas Dr Ajeet Bana, dikutip dari Times of India.
Lantas, apa saja gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai sejak usia muda? Berikut tujuh ciri yang patut mendapat perhatian.
- Kelelahan Ekstrem hingga Mengganggu Aktivitas
Tubuh yang terasa lelah setelah menjalani aktivitas seharian merupakan hal yang wajar. Namun, penurunan stamina secara drastis dan tiba-tiba perlu mendapat perhatian, terutama jika terjadi tanpa alasan yang jelas.
Seseorang mungkin mendadak membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat setelah berjalan santai atau tidak lagi sanggup menaiki tangga yang sebelumnya dapat dilalui dengan mudah.
Kelelahan ekstrem yang mengganggu rutinitas sehari-hari bisa menjadi salah satu tanda gangguan jantung, terlebih jika muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti sesak napas atau rasa tidak nyaman di dada.
- Dada Terasa Tertekan atau Seperti Terbakar
Rasa tidak nyaman di dada menjadi salah satu gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai. Namun, keluhan ini tidak selalu muncul dalam bentuk nyeri hebat.
Sebagian orang merasakan tekanan, beban berat, sensasi seperti dada diremas atau diikat, hingga rasa panas seperti heartburn atau nyeri ulu hati.
Sensasi tersebut bisa muncul ketika seseorang beraktivitas, mereda saat beristirahat, kemudian kembali muncul. Gejala yang datang dan pergi ini kerap membuat seseorang mengabaikannya karena menganggap keluhan tersebut tidak berbahaya.
- Sesak Napas saat Melakukan Aktivitas Ringan
Sesak napas yang muncul secara tidak wajar ketika melakukan aktivitas ringan juga dapat menjadi tanda gangguan jantung.
Misalnya, seseorang yang biasanya mampu menaiki tangga atau berjalan cepat tanpa kesulitan tiba-tiba merasa terengah-engah. Kondisi ini patut diwaspadai, terutama jika sesak napas berlangsung terus-menerus atau muncul tanpa aktivitas fisik yang berat.
Risiko menjadi lebih perlu diperhatikan jika sesak napas disertai pusing, kelelahan ekstrem, atau rasa tidak nyaman di dada.
- Nyeri Menjalar hingga Lengan, Punggung, dan Rahang
Gejala serangan jantung tidak selalu terpusat di bagian dada. Rasa nyeri atau tekanan juga dapat menjalar ke sejumlah bagian tubuh lain.
Sebagian orang merasakan nyeri pada salah satu atau kedua lengan, bahu, punggung atas, leher, hingga rahang. Keluhan tersebut terkadang menyerupai nyeri otot biasa sehingga seseorang tidak menyadari kemungkinan adanya gangguan jantung.
Jika nyeri menjalar muncul bersamaan dengan tekanan di dada, sesak napas, atau keringat dingin, segera cari pertolongan medis.
- Mual dan Muntah yang Menyerupai Gejala Maag
Mual, muntah, dan rasa begah pada perut bagian atas sering kali dianggap sebagai gejala gangguan pencernaan atau asam lambung.
Padahal, keluhan tersebut juga dapat menyertai serangan jantung. Kondisi ini perlu mendapat perhatian, terutama ketika mual atau muntah muncul bersamaan dengan sesak napas, keringat dingin, atau rasa berat di dada.
Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit maag, seseorang perlu memperhatikan keluhan lain yang muncul secara bersamaan dan tidak terburu-buru menganggapnya sebagai gangguan pencernaan biasa.
- Keringat Dingin Muncul secara Mendadak
Keringat dingin yang keluar secara tiba-tiba tanpa aktivitas fisik berat juga menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan jika muncul bersamaan dengan mual, tubuh terasa lemas, atau dada terasa berat.
Keringat dingin yang menyertai gejala-gejala tersebut dapat menjadi sinyal adanya masalah serius pada jantung. Karena itu, seseorang perlu segera mencari bantuan medis ketika mengalami kombinasi gejala tersebut.
- Pusing, Lemas Mendadak, hingga Pingsan
Pusing dan tubuh terasa lemas dapat muncul akibat berbagai kondisi, seperti dehidrasi atau kadar gula darah rendah. Namun, pusing yang berulang saat beraktivitas, lemas secara mendadak, hingga kehilangan kesadaran tidak boleh diabaikan.
Kondisi pingsan atau syncope, terutama ketika terjadi bersamaan dengan detak jantung yang tidak teratur, dapat mengindikasikan adanya gangguan pada sistem kardiovaskular.
Jika gejala tersebut muncul secara tiba-tiba, terlebih disertai nyeri dada atau sesak napas, segera cari pertolongan medis.
Deteksi Dini Serangan Jantung pada Usia Muda
Dr Ajeet Bana mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin, meskipun masih berusia muda dan terlihat sehat dari luar.
Pemeriksaan berkala dapat membantu seseorang mengenali faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi, sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Selain itu, masyarakat perlu mengenali perubahan kondisi tubuh, terutama ketika mengalami gejala baru yang berbeda dari biasanya.
“Tanyakan pada diri sendiri: Apakah gejala ini baru, tidak biasa, atau berbeda dari yang biasanya saya rasakan? Deteksi dini dan penanganan medis yang cepat dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati,” tegasnya.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, terutama nyeri atau tekanan di dada yang disertai sesak napas, keringat dingin, atau pingsan, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu gejala mereda dengan sendirinya.


















