XPeng X9 dilaporkan mengalami persoalan pada sistem kantung udara setelah terlibat kecelakaan di China. Kantung udara kendaraan disebut tidak mengembang meski mobil mengalami kerusakan berat dan oleh perusahaan asuransi dinyatakan tidak layak diperbaiki kembali.
Insiden tersebut bermula ketika kendaraan menabrak trotoar. Pengemudi kemudian kehilangan kendali sehingga mobil menabrak pohon dan tiang listrik sebelum akhirnya terguling. Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada korban luka dalam kecelakaan itu.
Pemilik kendaraan, Liu, mempertanyakan tidak aktifnya sistem keselamatan tersebut. Menurutnya, tingkat kerusakan mobil menimbulkan pertanyaan mengenai alasan kantung udara tidak mengembang ketika kecelakaan terjadi.
Penjelasan XPeng soal aktivasi kantung udara
Menanggapi persoalan itu, XPeng menyatakan telah memeriksa data kendaraan dan rekaman perjalanan. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kendaraan berada dalam mode berkendara manual saat insiden berlangsung.
Pabrikan juga menyebut pengemudi masih menekan pedal akselerator dan melakukan pembelokan kemudi secara tajam sebelum benturan. XPeng mengatakan karakteristik benturan yang terjadi tidak memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk mengaktifkan sensor kantung udara.
Dengan demikian, kerusakan berat pada kendaraan tidak serta-merta menjadi penentu tunggal pengembangan kantung udara. Sistem tersebut bekerja berdasarkan data sensor dan karakteristik benturan yang terdeteksi kendaraan.
XPeng menyatakan bersedia bekerja sama apabila pemilik meminta pemeriksaan independen oleh pihak ketiga. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu menindaklanjuti persoalan dan memastikan penyebab kantung udara tidak mengembang dalam kecelakaan itu.
Model listrik dan persoalan sebelumnya
Kasus terbaru tersebut kembali menyoroti evaluasi sistem keselamatan pada kendaraan listrik, terutama mekanisme aktivasi kantung udara yang bergantung pada ambang sensor. Namun, penyebab pasti dalam insiden XPeng X9 masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
XPeng X9 merupakan MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang yang pertama kali dipasarkan pada Januari 2024. Pada November 2025, model ini kemudian memperoleh pilihan sistem penggerak listrik dengan pemanjang jarak tempuh atau extended-range electric vehicle (EREV).
Sebelum persoalan kantung udara ini muncul, X9 juga pernah menghadapi masalah pada sistem suspensi udara depan. Pada Juli 2026, otoritas pengawas pasar China mengumumkan penarikan kembali terhadap 33.473 unit kendaraan.
Unit yang terdampak diproduksi dalam periode 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Masalah itu berkaitan dengan kemungkinan kebocoran udara pada suspensi depan akibat variasi proses manufaktur. Dalam kondisi tertentu, persoalan tersebut dapat memengaruhi pengendalian kendaraan.
XPeng menyatakan akan mengganti komponen suspensi udara depan yang terdampak secara gratis. Sementara itu, kasus kantung udara pada kecelakaan terbaru masih menunggu pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebabnya secara lebih pasti.
Sumber: ANTARA News – Bisnis


















