Bisnis  

Menkop Perkuat Sinergi SI, Baznas, dan MES untuk Perluas Modal Pengusaha Muslim

Kolaborasi diarahkan pada lima pilar ekonomi umat, termasuk koperasi, zakat dan wakaf, serta kewirausahaan.

Sertifikatin 1

Menteri Koperasi sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono memperkuat kerja sama SI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Sinergi tersebut ditujukan untuk memperluas akses permodalan dan pemberdayaan bagi pengusaha muslim, terutama pelaku usaha baru di daerah.

Ferry menyampaikan hal itu dalam Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa. Ia mengatakan sejumlah program Baznas dan MES akan diintegrasikan dengan jaringan SI agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat melalui struktur wilayah hingga cabang di seluruh Indonesia.

Salah satu program yang disebut akan diadopsi adalah pendirian Pusat Bimbingan Mualaf. Selain itu, program MES juga akan dijalankan melalui jaringan SI. Ferry tidak merinci bentuk teknis pelaksanaan masing-masing program, tetapi menekankan pentingnya kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Lima pilar ekonomi umat

Menurut Ferry, sinergi antara SI, Baznas, dan MES diarahkan untuk memperkuat lima pilar ekonomi umat. Pilar tersebut meliputi ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi serta keberlanjutan, dan kewirausahaan umat.

Ia menilai fasilitas permodalan yang disediakan pemerintah perlu diperluas. Akses tersebut, kata dia, tidak seharusnya hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga perlu menjangkau pengusaha baru di daerah. Untuk itu, pembiayaan perlu disertai pendampingan dan penguatan literasi keuangan syariah.

Ferry juga menegaskan bahwa SI akan menghubungkan dakwah ekonomi dengan pengembangan usaha yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan mendukung pemberdayaan ekonomi umat secara lebih efektif.

Pemberdayaan anggota dan penerima bantuan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang hadir dalam kegiatan itu, mengajak SI berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ia mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna melalui dakwah ekonomi untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Yassierli menyebut pemberdayaan lebih dari satu juta anggota SI dapat diarahkan untuk membantu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja baru. Ia juga mengatakan kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan Baznas akan diperkuat melalui jaringan koperasi SI.

Kerja sama itu diarahkan untuk mendorong penerima bantuan agar berkembang menjadi pelaku usaha mandiri. Namun, sumber tidak memerinci bentuk bantuan, skema pembiayaan, maupun target waktu pelaksanaannya.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kesejahteraan umat. Upaya itu dilakukan melalui pengelolaan dana sosial dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Baznas, menurut Sodik, telah memberdayakan 302.914 mustahik atau penerima zakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.000 orang disebut telah berhasil menjadi pemberi manfaat.

Baznas juga berencana memperluas program pemberdayaan ke sejumlah sektor. Bidang yang disebut mencakup jaminan sosial, kesehatan, perumahan, usaha mikro, air bersih, lingkungan, pesantren, dan madrasah. Sumber belum menjelaskan rincian anggaran, mekanisme pelaksanaan, atau jadwal perluasan program tersebut.

Sumber: ANTARA Jatim – Ekonomi

Home Trending Kontak