Di Bawah Langit Mendung, IKASMANCA Hangatkan Hati dalam “Raih Maksimal Keutamaan Ramadan”

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM 1 Maret 2026 — Langit mendung yang menaungi kawasan Masjid SAIM Sekolah Alam Insan Mulia pada Ahad sore itu seolah menjadi selimut teduh bagi sebuah perjumpaan penuh makna. Dalam suasana syahdu, keluarga besar IKASMANCA (Ikatan Keluarga Alumni SMAN 5 Surabaya) memulai rangkaian “Ramadhan Berkah 1447H” dengan kegiatan yang sarat kehangatan, yaitu Kajian Islam, penyerahan tali asih, dan buka puasa bersama.

Kegiatan ini menjadi pembuka dari tiga rangkaian utama Ramadhan Berkah 1447H yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik, yaitu:

1. Kajian Islam, Tali Asih Purna Guru, dan Buka Puasa Bersama (Ahad, 1 Maret 2026)

2. Kunjungan Panti Jompo berupa layanan kesehatan gratis dan tali asih bagi penghuni panti di Menganti, Gresik (Ahad, 8 Maret 2026)

3. “Ceria Bersama” anak yatim piatu dari 10 panti asuhan selama dua hari (14–15 Maret 2026)

Seluruh agenda tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai badan otonom organisasi IKASMANCA, yang bersatu dalam semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci Ramadan.

Kajian Islam menjadi pembuka yang menyejukkan hati, menghadirkan Ustadz Ian Sidohutomo, seorang dai sekaligus alumni SMAN 5 Surabaya. Mengangkat tema “Raih Maksimal Keutamaan Ramadan”, ia mengajak para hadirin untuk tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan hati. Dalam penyampaiannya yang tenang namun mengena, ia menegaskan pentingnya menjauhi perilaku buruk seperti bergunjing dan berbohong agar ibadah Ramadan benar-benar bernilai.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP Ikasmanca Ir. Mudji Irmawan menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan ketakwaan dan memperkuat silaturahmi antar alumni dari berbagai generasi. “ Semoga seluruh aktivitas ini bernilai ibadah, membawa kebahagiaan serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik” demikian ujar Cak Mawan dalam sambutan jarak jauhnya, karena sedang berada di Jakarta.

Momen berlanjut dengan penyerahan tali asih kepada 33 purna guru dan 15 anak yatim. Suasana haru tak terelakkan saat satu per satu guru yang pernah menjadi bagian penting perjalanan para alumni menerima penghormatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Cak Budi Kanang, alumni sekaligus anggota DPR RI, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru.

Ia mengibaratkan ilmu yang diberikan para guru sebagai “saham kehidupan” yang terus tumbuh dalam diri para alumni. “Apa yang kami capai hari ini tidak lepas dari kontribusi besar bapak dan ibu guru. Ilmu itu seperti investasi yang hasilnya kami rasakan sepanjang hidup,” ujarnya.

Ketua Panitia Ramadhan Berkah 1447H, dr Ida Widyastuti, SpDVE, MM dalam sambutannya sangat berterimakasih kepada seluruh alumni yang terlibat baik secara langsung maupun sebagai donatur dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Pembukaan agenda pertama hari ini kolaborasi DPP Ikasmanca dengan Majelis Taklim (MT) Ikasmanca dengan ibu Anies Mushartaty sebagai ketua. Di agenda lain adalah 8 Maret 2026, akan ada Kunjungan Panti Jompo dengan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan tali asih untuk penghuni panti, kolaborasi dengan Ikasmanca Automotive Community (IAC) dan pada 14-15 Maret 2026 akan ada Kegiatan menghibur anak-anak dari 10 panti asuhan yatim piatu dengan acara bertajuk “Berbagi Ceria Bersama” kolaborasi DPP Ikasmanca dengan Ikasmanca Bersepeda (IB).

Rasa haru juga terwakili dalam sambutan Hj. Sri Widiati, mantan Kepala SMAN 5 Surabaya yang mewakili para purna guru. Dengan penuh kehangatan, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh alumni IKASMANCA. Menurutnya, kepedulian dan kekompakan alumni menjadi sesuatu yang langka dan membanggakan, bahkan mengundang kekaguman dari banyak kepala sekolah lain.

Menjelang senja, sekitar 225 undangan yang terdiri dari alumni lintas angkatan, para purna guru, serta anak-anak panti asuhan larut dalam kebersamaan. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kebersamaan itu mencapai puncaknya dalam buka puasa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah.

Di tengah langit yang tetap berselimut mendung, kehangatan justru terpancar dari hati-hati yang berkumpul. Bukan sekadar acara pembuka, hari itu menjadi ruang temu antara kenangan, rasa hormat, dan kasih sayang—sebuah awal yang indah bagi rangkaian panjang kebaikan dalam “Ramadhan Berkah 1447H”.

Need Help? Chat with us