Jeddah, INFOJAWATIMUR.COM – Direktur Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) Malang, Prof. Hariyadi, MP, menghadiri pertemuan resmi pimpinan Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah, Arab Saudi. Dalam forum tersebut, Prof. Hariyadi memaparkan inovasi dan solusi konkret terhadap tantangan pangan global, sekaligus memperkenalkan riset unggulan Indonesia di bidang pertanian berkelanjutan.
IsDB merupakan lembaga keuangan internasional berbasis syariah yang beranggotakan 57 negara, termasuk Indonesia, dengan fokus pada peningkatan pembangunan sosial dan ekonomi negara-negara Muslim. Dalam pertemuan kali ini, delegasi Indonesia diwakili oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Global Spirit of Ummah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, serta KAJI Indonesia.
Prof. Hariyadi menjelaskan bahwa gagasan yang ia bawa mendapat perhatian khusus dari para pimpinan dan staf IsDB. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah ketika ia menyinggung dua kitab penting, Makhasyd Syariah dan Al-Ibrah, yang menjelaskan konsep ketahanan pangan pada masa Dinasti Abbasiyah.
“Pada masa itu, ketahanan pangan terwujud berkat kemajuan sistem irigasi, pembukaan lahan baru, pengembangan varietas tanaman, dan efisiensi pengelolaan sumber daya air. Semua itu didukung oleh inovasi ilmiah dan kebijakan yang berpihak pada sektor pertanian,” ujar Prof. Hariyadi.
Melalui paparan tersebut, ia menegaskan bahwa strategi ketahanan pangan modern juga harus mengintegrasikan inovasi ilmiah dengan prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai syariah.
Sebagai bagian dari kontribusi nyata, PKPOT Malang kini tengah mengembangkan teknologi nano untuk inklusi coating pada urea, yang menghasilkan urea-organik pertama di dunia. Teknologi ini menjadi terobosan penting karena mampu meningkatkan efisiensi penyerapan pupuk dan mengurangi dampak lingkungan.
“Pupuk organik dengan teknologi nano ini telah kami uji selama beberapa tahun terakhir dan menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pupuk konvensional,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan KAJI Indonesia yang turut hadir menilai langkah PKPOT menjadi contoh kolaborasi nyata antara riset, teknologi, dan nilai-nilai Islam dalam menjawab isu global.
“Kami melihat apa yang dilakukan PKPOT sejalan dengan semangat kemandirian pangan dan ekonomi umat. Inovasi seperti ini membuktikan bahwa Indonesia punya peran strategis dalam membangun ekosistem pangan dunia berbasis nilai syariah,” ujar perwakilan KAJI Indonesia.
Forum tersebut juga menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa inovasi berbasis riset dan nilai-nilai Islam mampu memberikan solusi global, khususnya dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia.)***RED.




















