Familyhub YDSF: Keluarga Berkualitas Menjadi Fondasi Lahirnya Generasi Berkualitas

Sertifikatin 1

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –

Keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa. Dari lingkungan keluarga yang berkualitas diharapkan lahir warga negara yang berkualitas pula, sehingga mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut disampaikan Pembina Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF), Dr. (HC) Ir. Abdulkadir Baraja, dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Sekolah Keluarga YDSF (Familyhub) yang mengusung tema Keluarga Tangguh, Peradaban Tumbuh. Kegiatan berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat (26–30/10/2026), di PrimeBiz Hotel Surabaya, kawasan Gayungsari, Surabaya, dengan diikuti 15 peserta terpilih.

“Generasi yang akan kita bentuk ini adalah generasi berkualitas. Untuk kemudian menciptakan warga negara berkualitas. Warga negara berkualitas ini yang akan menyelamatkan NKRI,” tegas Abdulkadir Baraja.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Kadir juga menyoroti pentingnya keterampilan komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, seorang suami perlu memiliki kecakapan dalam menyampaikan larangan atau teguran kepada istri dengan cara yang tepat, sehingga tidak melukai perasaan, justru semakin menumbuhkan rasa cinta dan keharmonisan dalam hubungan suami istri.

Pesan mengenai pentingnya membangun keluarga berkualitas tersebut sejalan dengan pandangan Grand Master Sekolah Keluarga YDSF, Cahyadi Takariawan. Ia menegaskan bahwa upaya melahirkan generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga yang berkualitas.

“Tidak ada cara lain untuk menghadirkan generasi berkualitas, kecuali dengan membangun keluarga berkualitas. Tidak ada cara yang lainnya,” ungkapnya.

Pendiri Wonderful Family Institute tersebut juga mengingatkan bahwa pendidikan formal saja tidak cukup apabila tidak didukung lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.

“Sekolah sehebat apa pun, kalau keluarganya berantakan, tetap tidak baik generasinya,” kata Cahyadi.

Kegiatan ToT tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus YDSF Ir. Shakib Abdullah, didampingi Direktur Utama YDSF Jauhari Sani serta tim Wonderful Family Institute.

Sebanyak 15 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan mereka yang telah lolos seleksi dari total 257 pendaftar. Para peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Bali, Depok, Surabaya, Sidoarjo, dan Magetan.

Program ToT ini merupakan bagian dari tahapan pengembangan Sekolah Keluarga YDSF yang sebelumnya diawali dengan kegiatan sosialisasi dan seleksi calon trainer. Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan YDSF bersama Wonderful Family Institute secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (14/10/2026).

Dari total 257 pendaftar yang berasal dari 108 kabupaten/kota di 23 provinsi di Indonesia, sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi seleksi tersebut.

Direktur Utama YDSF Jauhari Sani menyampaikan bahwa program ini merupakan angkatan pertama yang diharapkan menjadi awal terbentuknya jaringan penggerak pendidikan keluarga di berbagai daerah.

“Ini merupakan angkatan pertama. Harapannya, ini bisa menjadi motor penggerak untuk membangun ketahanan keluarga di Indonesia,” ungkap Jauhari.

Dalam rangkaian sosialisasi, Koordinator/Leader of Master Trainer Sekolah Keluarga YDSF, Dr. M. Zahri, M.Pd., memaparkan desain program yang dirancang untuk membangun sistem pendidikan keluarga secara komprehensif dan berkelanjutan.

Sekolah Keluarga YDSF memiliki visi mewujudkan keluarga berkualitas untuk melahirkan generasi berkualitas. Untuk mendukung visi tersebut, program ini dikembangkan melalui sistem yang mencakup kurikulum, silabus, modul, master trainer, trainer atau fasilitator, coach, hingga konselor.

“Orientasi dari sekolah keluarga ini yang paling utama adalah dakwah, untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia melalui keluarga yang berkualitas,” ujar Zahri.

Ia menjelaskan, Sekolah Keluarga YDSF merupakan ikhtiar bersama untuk menghimpun dan mengembangkan berbagai gagasan tentang perbaikan umat melalui dakwah yang diwujudkan dalam pendidikan keluarga secara terarah.

Adapun sasaran program meliputi wali murid di sekolah atau lembaga pendidikan, jamaah masjid, komunitas masyarakat, serta donatur lembaga amil zakat (LAZ).

Pengembangan program juga dirancang melalui sejumlah tahapan kegiatan, mulai dari pre-learning, pelatihan, coaching atau pembimbingan, konsultasi, konseling, penguatan komunitas, hingga syiar. Seluruh tahapan tersebut disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran keluarga secara berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Pengembangan Modul dan Trainer, Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd., memberikan penjelasan mengenai mekanisme seleksi calon trainer Sekolah Keluarga YDSF. Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada para pendaftar mengenai tahapan seleksi sekaligus peran yang diharapkan dari calon trainer dalam mengimplementasikan program di berbagai wilayah.

Rangkaian sosialisasi juga diisi dengan sesi tanya jawab. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami desain program, mekanisme seleksi, serta bentuk kontribusi yang dapat diberikan dalam pengembangan Sekolah Keluarga YDSF.

Melalui kolaborasi dengan Wonderful Family Institute, YDSF berupaya mengembangkan Sekolah Keluarga sebagai gerakan pendidikan keluarga yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Jangkauan pendaftar yang berasal dari 23 provinsi dan 108 kabupaten/kota menjadi gambaran potensi pengembangan program tersebut. Ke depan, penguatan kapasitas trainer dan pembentukan komunitas pembelajar keluarga di berbagai daerah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.

Pada akhirnya, keluarga yang berkualitas dan tangguh diharapkan tidak hanya menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan nilai, karakter, dan tanggung jawab untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Home Trending Kontak