INFOJAWATIMUR.COM – Festival Kemerdekaan Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center kembali menyedot perhatian masyarakat. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, ajang yang digelar pada 15–16 Agustus 2026 itu mencatat peningkatan signifikan peserta Push Bike Competition hingga 48,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 kompetisi push bike diikuti 135 peserta, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 201 peserta. Angka tersebut bahkan melampaui kuota yang disiapkan panitia dan menjadi salah satu indikator meningkatnya animo masyarakat terhadap Festival Kemerdekaan Aston Sidoarjo.
Tak hanya berasal dari Sidoarjo, sejumlah peserta datang dari berbagai daerah untuk mengikuti kompetisi yang digelar bekerja sama dengan Delta Eagle Sidoarjo tersebut. Kehadiran para pembalap cilik bersama orang tua dan keluarga membuat arena kompetisi semakin meriah.
General Manager Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, David Eko Susanto, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi manajemen untuk terus mengembangkan Festival Kemerdekaan sebagai ruang pertemuan masyarakat, keluarga, komunitas, dan pelaku usaha.
“Festival Kemerdekaan telah menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu kami nantikan di Aston Sidoarjo. Memasuki tahun keempat, kami melihat antusiasme masyarakat yang semakin luar biasa, baik dari peserta kompetisi, orang tua, komunitas, maupun para pelaku UMKM yang ikut meramaikan acara ini,” kata David.
Menurut dia, lonjakan peserta Push Bike Competition menjadi salah satu perkembangan paling menonjol pada penyelenggaraan tahun ini.
“Tahun ini, salah satu yang paling terlihat adalah peningkatan peserta Push Bike yang mencapai 201 peserta, termasuk peserta yang datang dari luar kota. Bagi kami, hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus menghadirkan Festival Kemerdekaan yang lebih menarik,” ujarnya.
Kreativitas Anak dan Keluarga Warnai Hari Pertama
Tidak hanya mengandalkan kompetisi push bike, festival dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tersebut juga menghadirkan beragam kegiatan berbasis kreativitas, olahraga, dan kebersamaan.
Pada hari pertama, area Aston Sidoarjo dipenuhi peserta Mom & Kids Cake Decorating Competition. Kompetisi ini mempertemukan orang tua dan anak dalam aktivitas menghias kue, sekaligus menjadi ruang untuk membangun kreativitas dan kekompakan keluarga.
Rangkaian acara berlanjut dengan English Speech Competition dan Singing Competition. Para peserta mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris dan bakat bernyanyi di hadapan juri serta pengunjung.
Suasana kompetisi semakin hidup dengan kehadiran para orang tua yang memberikan dukungan langsung kepada anak-anak mereka. Sorak-sorai dan tepuk tangan pengunjung turut mewarnai jalannya perlombaan.
Hari pertama kemudian ditutup melalui Poundfit One Nation One Pride, yang mengajak peserta bergerak dan berolahraga bersama dalam nuansa perayaan kemerdekaan.
Secara keseluruhan, sebanyak 110 peserta mengikuti berbagai kompetisi pada hari pertama festival.
Push Bike Jadi Magnet di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, perhatian pengunjung beralih ke Push Bike Competition. Kompetisi ini menjadi salah satu magnet utama Festival Kemerdekaan tahun ini.
Dengan 201 peserta, jumlah pembalap cilik meningkat sebanyak 66 orang dibandingkan 2025. Secara persentase, kenaikannya mencapai sekitar 48,9 persen.
Bagi Aston Sidoarjo, peningkatan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi jumlah peserta. Kompetisi juga menjadi ruang interaksi antarkeluarga dan komunitas dalam suasana persaingan yang sehat.
Para orang tua terlihat memenuhi sisi arena untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang berlomba. Kehadiran peserta luar kota semakin memperluas jangkauan festival yang awalnya dibangun sebagai salah satu kegiatan tahunan dalam menyambut kemerdekaan di Sidoarjo.
David menilai festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus mengekspresikan semangat kemerdekaan melalui berbagai aktivitas.
“Kami ingin Festival Kemerdekaan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berkompetisi, berkreasi, serta merayakan kemerdekaan bersama,” katanya.
UMKM Ikut Gerakkan Festival
Semarak perayaan juga dilengkapi dengan Bazaar UMKM yang berlangsung selama dua hari. Sebanyak 18 tenant UMKM ikut meramaikan festival dengan menawarkan berbagai produk kepada pengunjung.
Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari makanan, minuman, hingga sejumlah produk usaha lokal lainnya.
Kehadiran pelaku UMKM membuat festival tidak hanya menjadi arena hiburan dan kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi usaha lokal untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
Interaksi antara pengunjung dengan pelaku usaha turut menciptakan aktivitas ekonomi di tengah rangkaian perayaan kemerdekaan.
Aston Sidoarjo menilai pelibatan UMKM menjadi bagian penting dari konsep festival. Selain memberikan variasi bagi pengunjung, bazaar menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha untuk memperluas eksposur produk dan menjangkau konsumen baru.
Kemerdekaan sebagai Ruang Kolaborasi
Memasuki tahun keempat, Festival Kemerdekaan Aston Sidoarjo berkembang menjadi kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan, olahraga, pendidikan, kreativitas hingga pemberdayaan usaha lokal.
Anak-anak mendapat kesempatan mengasah keberanian di atas panggung, keluarga terlibat dalam kegiatan bersama, komunitas bertemu melalui kompetisi, sedangkan UMKM memperoleh ruang untuk memperkenalkan produknya.
Bagi Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, perayaan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga dengan membangun ruang yang memungkinkan masyarakat berinteraksi dan berkolaborasi.
Dengan pertumbuhan jumlah peserta dari tahun ke tahun, manajemen berharap Festival Kemerdekaan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat serta menghadirkan semakin banyak kesempatan untuk berkarya, berkompetisi dan membangun kebersamaan dalam semangat kemerdekaan.
