Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran hampir meninggalkan rencana untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan ketika perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki bulan kedelapan.
Trump menyebut penghentian rencana senjata nuklir Iran sebagai salah satu tujuan utama pemerintahannya dalam konflik dengan Teheran. Namun, dalam pernyataannya kepada wartawan, ia tidak menjelaskan alasan atau bukti yang mendasari klaim tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu ketika meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri rapat umum di Ohio. Ia juga menyinggung perkembangan harga minyak yang sebelumnya melonjak setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Menurut Trump, harga minyak kini telah menurun. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan masa pemerintahan Presiden Joe Biden.
“Harga minyak turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan masa pemerintahan Biden,” kata Trump kepada wartawan.
Trump kemudian mengaitkan isu tersebut dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya terhadap program nuklir Iran. Ia menilai pemerintahan Biden tidak melakukan tindakan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Klaim Trump tentang program nuklir Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengatakan Iran “hampir menyerah” terhadap rencana memiliki senjata nuklir. Klaim tersebut menjadi bagian dari penjelasan Trump mengenai tujuan pemerintahannya dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sumber tersebut tidak memuat rincian mengenai langkah Iran yang disebut Trump sebagai tanda bahwa negara itu hampir meninggalkan rencana pengembangan senjata nuklir. Tidak ada pula penjelasan mengenai apakah klaim tersebut berkaitan dengan perundingan, kebijakan baru, atau perkembangan teknis dalam program nuklir Iran.
Iran selama ini membantah tuduhan Amerika Serikat dan Israel bahwa Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Sikap itu kembali ditegaskan Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berkunjung ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan sebelumnya.
Posisi Iran soal penggunaan nuklir
Pezeshkian menyatakan Iran tidak menginginkan senjata nuklir karena adanya larangan agama. Ia juga menawarkan pengurangan kadar uranium yang diperkaya Iran melalui mekanisme yang diawasi secara internasional.
Meski demikian, Iran menegaskan tidak akan mengorbankan program nuklir untuk tujuan damai. Teheran juga menyatakan tidak akan memberikan konsesi struktural sebelum Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran.
Dengan demikian, pernyataan Trump mengenai sikap Iran berseberangan dengan posisi resmi yang disampaikan Pezeshkian. Trump mengklaim Teheran hampir meninggalkan rencana senjata nuklir, sedangkan Iran menyatakan sejak awal tidak menginginkan senjata tersebut dan tetap mempertahankan hak atas program nuklir untuk tujuan damai.
Materi sumber tidak menjelaskan tanggapan terbaru pemerintah Iran terhadap pernyataan Trump, selain posisi yang sebelumnya disampaikan Pezeshkian. Sumber juga tidak memuat rincian mengenai perkembangan perang, jumlah korban, maupun langkah lanjutan dari Amerika Serikat, Israel, atau Iran.
Sumber: ANTARA News – Terkini
