Bisnis  

Fin Expo 2026 Dorong Masyarakat Sulsel Lebih Bijak Mengelola Keuangan

Penggunaan produk dan layanan keuangan mencapai 93,01 persen, tetapi perlu diimbangi peningkatan literasi.

MAKASSAR — Expo Literasi dan Inklusi Keuangan (Fin Expo) 2026 di Sulawesi Selatan menjadi sarana untuk mendorong masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan secara lebih bijak. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan layanan industri jasa keuangan, tetapi juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai manfaat, karakteristik, risiko, serta penggunaan produk sesuai kebutuhan.

Ketua Panitia Fin Expo 2026 yang juga Regional CEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara industri jasa keuangan dan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di Makassar, Sabtu.

Menurut Riza, masyarakat perlu memiliki akses terhadap produk keuangan sekaligus pemahaman yang memadai sebelum memanfaatkannya. Dengan demikian, penggunaan layanan keuangan dapat dilakukan secara lebih terencana dan sesuai kebutuhan.

Penggunaan layanan keuangan meningkat

Riza menyebut hasil survei 2026 menunjukkan sekitar 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang tercatat sebesar 92,7 persen.

Kenaikan tingkat penggunaan itu, menurut dia, perlu diikuti peningkatan literasi keuangan. Sebab, tingginya akses belum otomatis menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami seluruh manfaat dan risiko produk yang digunakan.

Karena itu, Fin Expo 2026 dirancang bukan semata sebagai ajang promosi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi, edukasi, dan interaksi antara masyarakat dengan industri jasa keuangan.

Riza berharap masyarakat semakin mengenal industri jasa keuangan, memahami produk yang tersedia, serta mampu melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan secara lebih bijaksana.

Edukasi perlu mengikuti perkembangan ekonomi

Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) Moch Muchlasin mengatakan masyarakat harus memiliki pemahaman yang cukup sebelum memilih dan menggunakan produk keuangan. Edukasi, kata dia, diperlukan agar pengguna mengetahui manfaat, karakteristik, hingga risiko dari setiap produk.

Muchlasin mengaitkan penguatan literasi keuangan dengan perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan. Ia menyebut ekonomi daerah tersebut tumbuh 5,59 persen dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, peningkatan aktivitas ekonomi perlu disertai kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan. Pemahaman itu menjadi bagian penting agar akses terhadap layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara tepat.

OJK catat 198 kegiatan literasi

OJK dan industri jasa keuangan terus memperluas kegiatan edukasi kepada masyarakat. Pada triwulan II 2026, OJK mencatat sekitar 198 kegiatan literasi telah dilaksanakan dengan jumlah peserta sekitar 2.400 orang.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai produk keuangan, upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat akses pasar dan keuangan syariah. Edukasi dan perluasan akses juga mencakup dukungan pembiayaan bagi sektor produktif, termasuk petani dan nelayan.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah masyarakat yang menggunakan layanan keuangan. Aspek pemahaman terhadap manfaat dan risiko juga menjadi perhatian agar produk yang tersedia digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai kebutuhan.

Sumber: ANTARA News – Finansial

Home Trending Kontak
Exit mobile version