Pemerintah Terbitkan Sukuk Global 3 Miliar Dolar AS dalam Tiga Seri

Permintaan investor mencapai 2,9 kali dari total penerbitan, dengan tenor hingga 10 tahun.

Pemerintah Indonesia menerbitkan sukuk global senilai 3 miliar dolar AS melalui tiga seri dengan tenor tiga, lima, dan 10 tahun. Transaksi ini dilakukan dalam format RegS/144A Trust Certificates dan menjadi penerbitan pemerintah yang keenam di pasar keuangan internasional sepanjang 2026.

Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan, penetapan harga transaksi dilakukan pada 6 November 2026. Penyelesaian transaksi dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026.

Tiga seri dengan tenor berbeda

Penerbitan tersebut terdiri atas seri SNI1129 senilai 500 juta dolar AS, seri SNI1131 sebesar 1 miliar dolar AS, dan seri SNI1136 senilai 1,5 miliar dolar AS.

Seri SNI1129 memiliki tenor tiga tahun dengan imbal hasil sekaligus kupon sebesar 5,45 persen. Surat berharga ini akan jatuh tempo pada 13 November 2029.

Seri berikutnya, SNI1131, bertenor lima tahun dengan nilai penerbitan 1 miliar dolar AS. Seri ini menawarkan imbal hasil dan kupon 5,85 persen serta memiliki tanggal jatuh tempo 13 November 2031.

Adapun seri SNI1136 menjadi bagian terbesar dalam transaksi, yakni 1,5 miliar dolar AS. Instrumen dengan tenor 10 tahun tersebut memiliki imbal hasil dan kupon 6,25 persen, dengan jatuh tempo pada 13 November 2036.

Permintaan investor melampaui nilai penawaran

Kementerian Keuangan melaporkan respons positif dari investor internasional. Kelebihan permintaan tercatat tiga kali untuk seri tenor tiga tahun, 2,9 kali untuk tenor lima tahun, dan 2,2 kali untuk tenor 10 tahun.

Secara keseluruhan, permintaan investor mencapai 2,9 kali dari nilai penerbitan. Tingginya minat tersebut memungkinkan pemerintah menurunkan indikasi harga awal dalam proses penawaran.

DJPPR menyatakan transaksi memanfaatkan kondisi pasar keuangan global yang dinilai kondusif serta sentimen positif setelah pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat.

“Kepercayaan yang tetap kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” tulis DJPPR, tercermin dari minat investor berbagai kawasan. Menurut lembaga tersebut, kepercayaan itu ditopang pertumbuhan ekonomi yang solid, pengelolaan fiskal yang prudent, dan kebijakan moneter yang kredibel.

Penerbitan keenam pada 2026

Sukuk global ini merupakan transaksi keenam pemerintah Indonesia di pasar keuangan internasional sepanjang 2026. Sebelum penerbitan tersebut, pemerintah telah melakukan lima penerbitan surat utang konvensional dalam denominasi dolar AS, euro, yuan lepas pantai (CNH), yen Jepang, dan yuan China (CNY).

Dalam transaksi ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan, dan KFH Capital Investment Company bertindak sebagai joint lead managers dan joint bookrunners. BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia berperan sebagai co-managers.

Materi sumber tidak menjelaskan penggunaan dana hasil penerbitan maupun dampaknya terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sumber: ANTARA News – Finansial

Home Trending Kontak
Exit mobile version