MEDAN — PT Bank Sumut (Perseroda) terus mempercepat transformasi digital dan mengembangkan bisnis sebagai bagian dari upaya memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan kegiatan sosial serta peningkatan layanan bagi nasabah dan pemangku kepentingan.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan arah perubahan itu menegaskan komitmen perusahaan untuk bertumbuh bersama masyarakat Sumatera Utara. Pernyataan tersebut disampaikan setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Sumut di Medan, Jumat.
Menurut Heru, perjalanan Bank Sumut selama 65 tahun tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, loyalitas, dan kontribusi seluruh insan perusahaan. Berbagai unsur tersebut dinilai berperan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank.
Kepercayaan Menjadi Fondasi Perbankan
Heru menekankan bahwa kepercayaan merupakan dasar utama dalam industri perbankan. Tanpa kepercayaan, nasabah tidak akan menyimpan ataupun mempercayakan dana mereka kepada bank sehingga kegiatan perbankan dapat terganggu.
Karena itu, kepercayaan tersebut perlu dijaga melalui integritas, profesionalisme, konsistensi kinerja, serta kemampuan menghadirkan layanan yang semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pesan itu menjadi bagian penting dari penguatan transformasi Bank Sumut di tengah perubahan kebutuhan nasabah.
Bank Sumut didirikan pada 4 November 1961. Setahun setelah berdiri, statusnya diubah menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) dengan modal dasar Rp100 juta. Kepemilikan sahamnya berada pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Aset Bank Sumut Capai Rp48,3 Triliun
Dari sisi kinerja, total aset Bank Sumut pada tahun buku 2025 tercatat Rp48,3 triliun. Nilai itu meningkat sekitar 6,38 persen atau Rp2,9 triliun dibandingkan total aset pada 2024 yang mencapai Rp45,4 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Pada 2025, DPK Bank Sumut bertambah sekitar Rp2,7 triliun atau 7,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan penghimpunan dana yang menjadi salah satu penopang aktivitas bisnis bank.
Sementara itu, kinerja kredit dan pembiayaan tercatat Rp32,09 triliun. Angka tersebut naik Rp102 miliar atau 0,32 persen dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp31,9 triliun.
Transformasi dan Pertumbuhan Bersama Masyarakat
Penguatan transformasi digital, pengembangan bisnis, serta kegiatan sosial menjadi bagian dari agenda Bank Sumut untuk terus bertumbuh bersama masyarakat. Dalam konteks tersebut, peningkatan layanan dan relevansi produk terhadap kebutuhan masyarakat menjadi perhatian perusahaan.
Heru menyampaikan semangat perubahan itu sekaligus mempertegas posisi Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah. Perusahaan juga menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai modal penting dalam menjaga keberlanjutan usaha dan hubungan dengan nasabah maupun pemangku kepentingan.
Dengan fondasi tersebut, Bank Sumut memasuki usia 65 tahun dengan mengandalkan kontribusi internal perusahaan dan pertumbuhan kinerja keuangan. Arah penguatan berikutnya mencakup akselerasi transformasi digital, pengembangan bisnis, serta pelayanan yang tetap berlandaskan integritas dan profesionalisme.
Sumber: ANTARA News – Finansial
