BRI Dukung Temu Nasional APSIPOL 2026 Bahas Kedaulatan Digital

Forum di Universitas Airlangga mempertemukan pemerintah, akademisi, lembaga negara, legislatif, dan industri pada 2–5 November 2026.

SURABAYA — Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung Temu Nasional dan Peringatan Satu Dekade Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) 2026 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 2–5 November 2026.

Forum bertema “Kedaulatan Digital, Keamanan Siber dan Masa Depan Demokrasi Indonesia” itu mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, lembaga negara, legislatif, serta sektor industri. BRI turut terlibat sebagai salah satu mitra sponsor dan menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan layanan keuangan digital dari perspektif perbankan.

Mempertemukan Pemerintah dan Akademisi

Ketua Pelaksana APSIPOL Muhammad Asfar mengatakan, pertemuan tersebut dirancang untuk mempertemukan pengalaman praktis pemerintah dengan pemikiran akademisi. Menurut dia, forum itu diarahkan untuk mendukung perumusan kebijakan dan pembangunan nasional.

Asfar menilai interaksi antara pemerintah dan akademisi perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang memungkinkan hasil kajian ilmiah memberi masukan bagi penyusunan kebijakan serta pelaksanaan pembangunan nasional.

Penyelenggaraan kegiatan berlangsung dalam rangkaian agenda selama empat hari. Pada hari pertama, APSIPOL menggelar konferensi nasional dengan menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Badri Munir Sukoco serta Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ketahanan Nasional RI Caturida Meiwanto Doktoralina.

Pembahasan pada hari tersebut turut menyoroti politik digital dan pemerintahan elektronik. Abdullah Azwar Anas dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri tercatat sebagai pembicara, bersama sejumlah akademisi, termasuk Ramlan Surbakti dan Burhanuddin Muhtadi.

Soroti Keamanan Siber dan Layanan Keuangan Digital

Pada hari kedua, agenda forum diperluas dengan diskusi mengenai keamanan siber, privasi, geopolitik, literasi politik, perlindungan anak di ruang digital, dan kecerdasan buatan. Topik-topik tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai dampak transformasi digital terhadap tata kelola, masyarakat, dan demokrasi.

Beberapa pembicara yang hadir dalam rangkaian diskusi itu antara lain Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Keterlibatan BRI berlangsung pada hari kedua melalui sesi pemaparan sektor perbankan. Dalam sesi tersebut, BRI menyampaikan perspektif mengenai perkembangan layanan keuangan digital. Namun, materi sumber tidak merinci bentuk layanan, program, maupun data yang dipaparkan oleh BRI.

Dorong Jejaring Kerja Sama Berkelanjutan

Melalui Temu Nasional dan Peringatan Satu Dekade APSIPOL, penyelenggara berharap terbentuk jejaring kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta transformasi digital.

Forum tersebut juga menunjukkan ruang pertemuan antara kajian akademik, pengalaman penyelenggaraan pemerintahan, dan perspektif industri dalam membahas isu digital. Meski demikian, sumber tidak mencantumkan keputusan kebijakan tertentu atau hasil kesepakatan spesifik yang dihasilkan selama kegiatan.

Dengan dukungan BRI sebagai mitra sponsor dan kehadiran berbagai pemangku kepentingan, agenda APSIPOL 2026 menjadi wadah pembahasan lintas sektor mengenai kedaulatan digital, keamanan siber, serta arah perkembangan demokrasi Indonesia.

Sumber: ANTARA Jatim – Ekonomi

Home Trending Kontak
Exit mobile version