Menaker Dorong Produktivitas Usaha Selaras dengan Kebutuhan Pasar

Kemnaker menguji pendampingan produktivitas pada 20 perusahaan dan menyiapkan perluasan program jika hasilnya berhasil.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan peningkatan produktivitas perusahaan harus berjalan seiring dengan kemampuan menghasilkan produk berkualitas yang sesuai kebutuhan pasar. Menurut dia, keselarasan antara kapasitas produksi dan daya serap pasar penting untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Ia mengingatkan bahwa kenaikan produktivitas tidak otomatis memberikan dampak ekonomi apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki pasar yang mampu menyerapnya.

“Peningkatan produktivitas ini tidak akan berdampak nyata jika pasarnya tidak mampu menyerap produk tersebut,” ujar Yassierli.

Produktivitas tidak hanya soal proses produksi

Yassierli menjelaskan, produktivitas tidak cukup dibangun melalui pembenahan proses kerja di lingkungan pabrik atau kantor. Perusahaan juga perlu memperhatikan lima unsur yang terangkum dalam pendekatan 4P+1M.

Pendekatan itu mencakup proses kerja atau process, kualitas produk atau product, kompetensi sumber daya manusia atau people, kebijakan perusahaan atau policy, serta pemasaran atau marketing. Kelima unsur tersebut dinilai perlu berjalan secara terpadu agar peningkatan produktivitas menghasilkan manfaat yang nyata bagi perusahaan.

Dari sejumlah unsur itu, pemahaman terhadap kebutuhan pasar menjadi perhatian khusus. Menurut Yassierli, peningkatan kapasitas produksi akan kehilangan makna apabila perusahaan tidak mampu membaca peluang pasar dan memastikan produk yang dibuat memiliki konsumen yang jelas.

Karena itu, setiap pendampingan produktivitas diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat diukur. Pendekatan yang terukur dan terstruktur juga dinilai penting sebagai dasar untuk memperluas jangkauan program pemerintah.

Pendampingan diuji pada 20 perusahaan

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini menjalankan proyek percontohan pendampingan peningkatan produktivitas pada 20 perusahaan. Program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu meningkatkan produktivitas perusahaan.

Pendampingan telah berlangsung sejak September. Dalam evaluasi yang dilakukan setelah berjalan selama dua bulan, sejumlah perusahaan memaparkan perkembangan pelaksanaan program tersebut.

Yassierli mengatakan, apabila proyek percontohan menunjukkan hasil yang baik, pendampingan akan diperluas kepada lebih banyak perusahaan pada tahun depan. Ia menyebut cakupan program yang saat ini baru menjangkau puluhan perusahaan diharapkan dapat berkembang hingga ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan.

“Jika saat ini pendampingan baru menjangkau puluhan perusahaan, ke depannya program tersebut harus mencakup ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan,” kata Yassierli.

Penguatan produktivitas dan tenaga kerja

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah mengatakan peningkatan produktivitas perusahaan merupakan bagian dari upaya Kemnaker memperkuat sisi permintaan tenaga kerja atau demand.

Menurut Darmawansyah, kebijakan tersebut dijalankan bersamaan dengan penguatan sisi penawaran sumber daya manusia atau supply. Penguatan sisi supply dilakukan melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, sedangkan sisi demand diperkuat lewat peningkatan produktivitas perusahaan.

Dengan skema itu, Kemnaker mengintervensi dua sisi secara bersamaan, yakni menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemagangan serta mendorong perusahaan meningkatkan produktivitasnya. Namun, Yassierli menekankan bahwa hasil peningkatan produktivitas tetap harus terhubung dengan kebutuhan pasar agar memberikan dampak ekonomi yang terukur.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak
Exit mobile version