Pelindo Marine Service Siagakan Kapal Tunda untuk Angkutan Nataru 2026/2027

Kesiapan diperkuat melalui pemeriksaan armada dan simulasi kebakaran kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

PT Pelindo Marine Service menyiagakan armada kapal tunda, personel operasional, serta peralatan pendukung untuk menghadapi periode Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 atau Nataru. Kesiapan ini ditujukan untuk mendukung keselamatan pelayaran dan mempercepat penanganan keadaan darurat di wilayah perairan pelabuhan.

Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service Elvin Syah Putra mengatakan persiapan dilakukan melalui pemeriksaan terhadap armada, personel, dan peralatan yang akan digunakan. Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui simulasi penanganan kebakaran kapal dan evakuasi penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Elvin, kesiapan tidak hanya dilakukan di Tanjung Perak. Pelindo Marine juga memperkuat kesiapsiagaan di 56 area operasional lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan langkah tersebut, seluruh armada dan personel diharapkan mampu memberikan respons cepat serta pelayanan yang aman dan andal selama masa Nataru.

Dua kapal tunda dalam simulasi di Tanjung Perak

Simulasi yang digelar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak menggunakan dua kapal tunda Pelindo Marine, yakni KT Jayanegara 306 dan KT Jayanegara 308. Kegiatan tersebut menguji penanganan skenario kebakaran kapal sekaligus evakuasi penumpang.

Dalam skenario latihan, kapal yang mengalami kebakaran adalah KMP Kirana VII milik PT Dharma Lautan Utama. Kapal tersebut melayani rute Surabaya-Lembar, Lombok, pulang-pergi.

Nakhoda KT Jayanegara 308 Capt. Ade Aulia Rahman menjelaskan, kedua kapal tunda memiliki fungsi yang berbeda. KT Jayanegara 306 bertugas melakukan pemadaman dengan fasilitas Fire Fighting System atau FiFi. Sementara itu, KT Jayanegara 308 bertugas menjaga dan menahan posisi kapal agar tetap stabil selama proses penanganan darurat dan evakuasi penumpang.

Pembagian tugas ini memungkinkan kapal tunda menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni membantu pemadaman dan mempertahankan kestabilan kapal yang berada dalam kondisi darurat. Dukungan tersebut diharapkan membuat proses penyelamatan berjalan lebih efektif.

Uji koordinasi lintas instansi

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan mengatakan latihan itu digunakan untuk menguji kesiapan personel, armada, dan koordinasi antarinstansi ketika menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama pelayaran.

Ia menyebut latihan penanganan kebakaran sebagai momentum untuk melatih komunikasi serta kecepatan respons seluruh pihak yang terlibat. Menurut Lollan, keselamatan pelayaran dan budaya keselamatan menjadi tanggung jawab bersama.

Simulasi tersebut melibatkan Basarnas, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara atau Polairud, TNI Angkatan Laut, DLU, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor maritim lainnya. Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian dari pengujian koordinasi dalam menghadapi insiden di wilayah perairan pelabuhan.

Elvin mengatakan kesiapan lintas instansi dan dukungan armada diharapkan dapat mempercepat penanganan keadaan darurat. Selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran transportasi laut ketika mobilitas masyarakat meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Sumber: ANTARA Jatim – Ekonomi

Home Trending Kontak
Exit mobile version