Berita  

Inalum Kembangkan 119 Inovasi untuk Tingkatkan Efisiensi Industri Aluminium

Program TIS 2026 melibatkan 273 inovator dan memperluas kompetisi menjadi empat kategori

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum mengembangkan berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri aluminium nasional. Upaya tersebut mencakup optimalisasi proses peleburan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan efisiensi operasional perusahaan.

Inovasi itu dihimpun melalui Transformation and Improvement Summit (TIS) 2026. Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan program tersebut diikuti 119 karya inovasi yang dikembangkan 273 inovator di lingkungan Inalum Group.

Program yang berlangsung dengan tema “Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement” itu memperluas cakupan kompetisi dari dua menjadi empat kategori. Keempatnya adalah Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta Health, Safety, and Environment (HSE) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Ratusan karya dalam empat kategori

Dari keseluruhan karya yang masuk dalam proses penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi. Kemudian, 40 karya masuk kategori Teknis Konseptual, 13 karya termasuk Nonteknis, dan 27 karya berada dalam kategori HSE dan ESG.

Melati menyebut perluasan kategori tersebut memberikan ruang partisipasi yang lebih besar kepada karyawan dari berbagai fungsi perusahaan. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional maupun bisnis Inalum.

Pelaksanaan TIS 2026 juga melibatkan anak perusahaan Inalum, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA). Salah satu rangkaian kegiatannya adalah TIS Goes to Borneo, yang menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Setelah melalui seleksi, 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi. Delapan karya lainnya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 yang berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.

Fokus pada proses peleburan dan produksi

Jumlah karya yang dihimpun dalam TIS 2026 meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Melati, peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya kontribusi karyawan dalam mengembangkan solusi untuk mendukung kinerja operasional dan daya saing perusahaan.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah optimalisasi parameter batch pada proses peleburan aluminium. Inovasi ini diarahkan untuk membantu pengendalian proses produksi secara lebih optimal.

Inovasi lain berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight untuk mengatasi persoalan keretakan anoda. Anoda merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam proses produksi aluminium.

Pengembangan gagasan tidak hanya dilakukan di area produksi. Inalum juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), terutama untuk pemodelan keuangan perusahaan. Selain itu, terdapat pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.

Inovasi ditargetkan memberi manfaat berkelanjutan

Melati menegaskan, peningkatan efisiensi tidak semata-mata dilakukan melalui perbaikan teknis di lini produksi. Upaya tersebut juga mencakup penguatan proses bisnis dan pengelolaan sumber daya perusahaan.

Ia menyatakan setiap karya inovasi yang dikembangkan perlu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan. Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari kemenangan dalam kompetisi, tetapi dari penerapan dan manfaat yang dapat terus dirasakan.

Dengan pendekatan tersebut, TIS 2026 menjadi wadah bagi karyawan Inalum Group untuk mengembangkan solusi di berbagai bidang. Program ini sekaligus menghubungkan inovasi teknis, digitalisasi, proses bisnis, energi, dan keberlanjutan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version