Geng Copet “Operasi Pesta Copet” Sambangi 11 Kota, Penonton Surabaya Dibuat Tertawa sekaligus Terharu

Sertifikatin 1

INFOJAWATIMUR.COM –  Film komedi persahabatan Operasi Pesta Copet mulai memperkenalkan kisahnya kepada penonton melalui rangkaian roadshow di 11 kota. Surabaya menjadi salah satu kota yang disambangi para pemain dan sineas film produksi Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator, Minggu (23/8/2026).

Aktor Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, dan Kawai Labiba, bersama produser Ernest Prakasa serta sutradara Edy Khemod, hadir dalam agenda special screening dan meet & greet di Royal Plaza Surabaya. Kehadiran mereka disambut antusias penonton yang menjadi bagian dari pemutaran khusus sebelum film tersebut tayang serentak di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.

Kristo Immanuel pemeran Adut

 

Bukan sekadar film tentang aksi mencopet, Operasi Pesta Copet membawa cerita mengenai persahabatan, tekanan ekonomi, pilihan hidup, dan perjuangan sekelompok anak muda menghadapi situasi yang tidak mudah. Unsur komedi menjadi pintu masuk untuk menyampaikan persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Komedi Ringan, tetapi Dekat dengan Realitas

Penonton Surabaya mendapatkan pengalaman berbeda saat menyaksikan film ini. Sejumlah adegan mengundang gelak tawa, sementara pada bagian lain cerita justru menghadirkan emosi yang lebih dalam.

Tekanan ekonomi yang menjadi latar belakang keputusan para tokoh untuk melakukan aksi pencopetan membuat konflik dalam film terasa lebih manusiawi. Penonton tidak hanya diajak melihat tindakan para karakter, tetapi juga memahami alasan, hubungan pertemanan, serta konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.

Kesan tersebut turut dirasakan sejumlah penonton dalam special screening di Surabaya. Lanang, salah seorang penonton asal Surabaya, menilai kekuatan film justru terletak pada perpaduan komedi dan cerita persahabatan.

“Awalnya saya kira filmnya akan penuh adegan copet dan komedi saja. Ternyata ceritanya cukup dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Ada bagian yang bikin ketawa, tetapi ada juga yang bikin kita ikut memikirkan kondisi para karakternya,” ujarnya.

Sementara Maryam, penonton lainnya, mengaku tertarik dengan keberanian produksi film yang mengambil latar festival musik dengan jumlah penonton sangat besar.

“Yang menarik bukan hanya ceritanya. Suasana festival musiknya terasa hidup sekali. Apalagi ada banyak orang di dalam frame. Rasanya seperti benar-benar berada di tengah festival,” katanya.

Syuting di Tengah Puluhan Ribu Penonton Pestapora

Salah satu aspek yang membuat Operasi Pesta Copet berbeda adalah proses produksinya. Sejumlah adegan film mengambil lokasi di tengah Pestapora, festival musik besar yang dihadiri puluhan ribu penonton.

Kondisi tersebut membuat proses pengambilan gambar memiliki tantangan tersendiri. Kru harus bekerja di tengah kerumunan dan suasana festival yang berlangsung secara nyata.

Kehadiran banyak musisi juga menjadi bagian penting dari film ini. Produksi melibatkan puluhan insan musik, baik yang tampil di depan kamera maupun berkontribusi di belakang layar.

Bagi Imajinari, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warna baru setelah sejumlah karya sebelumnya yang dikenal dengan karakter komedinya.

Edy Khemod, dari Dunia Musik ke Kursi Sutradara

Operasi Pesta Copet juga menandai langkah baru Edy Khemod sebagai sutradara film. Sebelum terjun ke dunia penyutradaraan film, Khemod telah lama dikenal melalui kiprahnya di industri musik.

Dalam proyek ini, Imajinari mempertemukan pengalaman Khemod di dunia musik dengan pendekatan komedi yang dikembangkan bersama Awwe, yang dipercaya sebagai konsultan komedi.

Produser Ernest Prakasa menjelaskan bahwa pemilihan Awwe tidak terlepas dari karakter komedinya sekaligus pengalamannya di skena musik.

Menurut Ernest, keberadaan Awwe turut membantu menjaga karakter humor para tokoh, termasuk penggunaan logat dan diksi agar sesuai dengan karakter masing-masing.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu elemen penting untuk memastikan humor dalam film tidak hanya mengandalkan dialog lucu, tetapi juga memiliki karakter dan konteks yang kuat.

500 Extras Mendapat Kredit Khusus

Keseriusan produksi juga terlihat dari perhatian terhadap ratusan extras yang terlibat dalam film. Sebanyak 500 extras mendapatkan apresiasi dengan mencantumkan nama mereka dalam kredit akhir film.

Bagi tim produksi, para extras bukan sekadar elemen visual untuk membuat adegan festival terlihat ramai. Mereka merupakan bagian penting yang membantu menciptakan atmosfer kerumunan dalam cerita.

Bahkan, Imajinari melakukan pengujian Digital Cinema Package (DCP) hingga tiga kali untuk memastikan tidak terjadi kesalahan penulisan nama para extras pada kredit film.

Langkah tersebut menunjukkan perhatian produksi terhadap kontribusi orang-orang yang berada di balik keberhasilan visual film.

Iqbaal Ramadhan Wujudkan Target yang Ditulis 10 Tahun Lalu

Bagi Iqbaal Ramadhan, Operasi Pesta Copet memiliki makna personal. Selain menjadi pemeran utama sebagai Ijal, Iqbaal juga terlibat sebagai produser.

Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya sebagai aktor sekaligus produser menjadi semacam realisasi dari target yang pernah ditulisnya satu dekade lalu.

Ketika mengajukan beasiswa sekitar 10 tahun sebelumnya, Iqbaal pernah menuliskan keinginannya untuk menjadi produser musik dan produser film dalam kurun waktu 10 tahun.

Kini, dua keinginan tersebut terwujud melalui proyek Operasi Pesta Copet.

“Sepuluh tahun lalu saat saya mencoba apply beasiswa, ketika diminta menulis esai tentang apa yang akan saya lakukan dalam 10 tahun mendatang, salah satunya adalah menjadi produser musik dan produser film. Keduanya tercapai di Operasi Pesta Copet,” kata Iqbaal.

Geng Copet Siap Keliling 11 Kota

Roadshow Operasi Pesta Copet berlangsung pada 22-31 Agustus 2026 dan menyambangi 11 kota di Indonesia.

Rangkaian tersebut dimulai dari Malang pada 22 Agustus, dilanjutkan Surabaya dan Sidoarjo pada 23 Agustus, Solo pada 24 Agustus, Yogyakarta pada 25 Agustus, Semarang pada 26 Agustus, Purwokerto pada 27 Agustus, Cirebon pada 28 Agustus, Bandung pada 29 Agustus, Bandung dan Bekasi pada 30 Agustus, serta ditutup di Bogor pada 31 Agustus 2026.

Surabaya menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian promosi tersebut karena memberikan kesempatan kepada penonton untuk bertemu langsung dengan para pemain dan sineas sebelum film resmi beredar secara nasional.

Premis Copet, tetapi Intinya Persahabatan

Secara sederhana, Operasi Pesta Copet bercerita tentang Ijal dan kawan-kawannya yang berada dalam tekanan ekonomi hingga nekat melakukan aksi pencopetan di Pestapora.

Namun, cerita film tidak berhenti pada aksi kriminal tersebut. Persahabatan menjadi inti perjalanan para tokohnya. Penonton diajak melihat bagaimana kondisi ekonomi, pertemanan, keputusan spontan, dan berbagai konsekuensi saling berkelindan.

Karena itu, film ini mencoba menempatkan aksi copet bukan semata sebagai bahan komedi, tetapi sebagai pintu untuk membicarakan persoalan sosial dan emosional yang lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, Operasi Pesta Copet menawarkan komedi yang ringan sekaligus menyelipkan cerita yang relevan dengan realitas kehidupan.

Film produksi Imajinari, Angin Segar, dan Boss Creator ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Setelah menyapa penonton di 11 kota, geng copet dalam film ini kini bersiap mengajak masyarakat Indonesia masuk ke dalam sebuah “pesta” yang bukan hanya menawarkan tawa, tetapi juga cerita tentang persahabatan, tekanan hidup, dan pilihan yang harus dipertanggungjawabkan.

Apakah Operasi Pesta Copet mampu menjadi film komedi yang berbeda dari karya Imajinari sebelumnya? Jawabannya dapat ditemukan ketika film ini mulai tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026.

Home Trending Kontak