Berita  

Indonesia Jajaki Penguatan Ekspor dan UMKM Bersama IFC

Kerja sama diarahkan pada pendanaan ekspor jangka panjang, akses pembiayaan UMKM, dan pengembangan instrumen pasar modal

Indonesia menjajaki kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk memperkuat ekspor dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan bilateral Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan IFC di Bangkok, Thailand.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, Suahasil menyampaikan bahwa penguatan dunia usaha dan peningkatan ekspor menjadi fokus utama pertemuan tersebut. Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemitraan dengan lembaga keuangan internasional untuk mendukung prioritas pembangunan nasional.

Pembiayaan ekspor dan penguatan rantai pasok

Di sektor ekspor, kolaborasi dengan IFC akan dijalankan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Skema tersebut diarahkan untuk menghimpun pendanaan jangka panjang serta memobilisasi dana eksternal yang dapat digunakan dalam pembiayaan kegiatan ekspor.

Selain memperluas sumber pendanaan, inisiatif ini mencakup penguatan rantai pasok domestik bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Sektor yang menjadi perhatian meliputi pertanian, manufaktur, logistik, jasa, dan perikanan.

Suahasil mengatakan dukungan pembiayaan ekspor diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha Indonesia dalam menjangkau pasar internasional. Fokus tersebut ditujukan terutama kepada dunia usaha yang telah atau sedang mengembangkan kegiatan berorientasi ekspor.

Akses pembiayaan bagi UMKM

Dukungan IFC untuk sektor UMKM juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satu bentuknya adalah perluasan akses pembiayaan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), OTO Finance, dan Amartha.

Kerja sama itu turut diarahkan pada penguatan digitalisasi layanan keuangan. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya mencakup penyaluran pembiayaan, tetapi juga pengembangan layanan keuangan berbasis digital bagi pelaku UMKM.

Menurut Suahasil, perhatian khusus diberikan kepada perempuan pelaku usaha serta masyarakat di wilayah pedesaan. Namun, materi pembahasan tidak merinci nilai pembiayaan, jumlah penerima manfaat, maupun jadwal pelaksanaan program tersebut.

Peran IFC dan pengembangan pasar modal

Untuk memperkuat keterlibatannya di Indonesia, IFC menyampaikan rencana memindahkan sejumlah posisi senior dari Singapura ke Jakarta. Rencana ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan IFC.

Pembahasan juga mencakup sektor pasar modal. Indonesia dan IFC menyoroti pentingnya memperluas basis investor serta mengembangkan instrumen pembiayaan tematik guna menarik partisipasi modal swasta.

Suahasil menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas pasar modal. Menurut dia, pasar modal perlu dipertahankan sebagai sumber pembiayaan yang andal bagi sektor swasta.

Pertemuan dengan IFC merupakan bagian dari rangkaian langkah Menteri Keuangan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan lembaga keuangan internasional dan negara mitra. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan dunia usaha, ekspor, UMKM, dan sumber pembiayaan bagi pembangunan nasional.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version