Mojokerto, INFOJAWATIMUR.COM –
Memanfaatkan momentum libur sekolah dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) menggelar program Nanda Cerdas Peduli (NCP) melalui kegiatan Qur’anic Camp di kawasan hutan pinus Alas Veenuz, Trawas, Mojokerto, pada 1–3 Juli 2026.
Sebanyak 80 peserta berusia 6–15 tahun mengikuti kegiatan yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan karakter, serta pengalaman belajar di alam terbuka. Selama tiga hari dua malam, peserta diajak mengembangkan kemandirian, kemampuan bersosialisasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama melalui berbagai aktivitas edukatif.

Berbeda dari kegiatan serupa, Qur’anic Camp tahun ini mempertemukan anak yatim dan dhuafa dengan para donatur cilik dalam satu lokasi perkemahan. Konsep tersebut dirancang sebagai sarana edukasi agar anak-anak yang gemar bersedekah dapat melihat secara langsung manfaat dari donasi yang mereka berikan, sekaligus belajar membangun empati dan persaudaraan tanpa memandang latar belakang.
“Kegiatan ini bertujuan membangun kedekatan antarpeserta sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan alam,” ujar Muhammad Nasrulloh, Manajer Kemitraan YDSF Cabang Surabaya.
Ia menambahkan, Nanda Cerdas Peduli merupakan program tahunan YDSF yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter bagi anak-anak dan remaja. Melalui pengalaman belajar di alam, peserta diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, peduli, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

Momentum Tahun Baru Islam juga dimanfaatkan YDSF untuk mengajak peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam memuliakan dan menyayangi anak yatim. Nilai tersebut dihadirkan tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga lewat interaksi dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Suasana keakraban mulai terjalin bahkan sejak keberangkatan. Salah seorang peserta, Kaira, mengaku sempat merasa canggung karena belum mengenal peserta lain. Sebagai anak yatim, ia juga belum terbiasa bepergian jauh tanpa didampingi keluarga.
Namun, rasa canggung itu perlahan sirna ketika teman-teman seusianya mengajaknya berkenalan. Kebersamaan yang terbangun selama mengikuti kegiatan membuatnya merasa nyaman dan percaya diri.
“Awalnya belum mengenal teman-teman yang mengikuti kegiatan ini. Setelah dua hari berada di sini, sudah semakin akrab, bisa mengenal lebih banyak teman, mengetahui nama-nama mereka, dan menjalin pertemanan dengan siapa saja,” tutur Kaira.
Pengalaman Kaira menjadi salah satu gambaran bagaimana kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman berkemah, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan memperluas pergaulan anak-anak.

Hal senada disampaikan Kartika, orang tua donatur cilik Khansa dan Kiara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh anak-anak di ruang kelas.
“Senang sekali bisa mengikutkan anak saya. Selain mengisi liburan, kegiatan dari YDSF ini mengajak anak mengenal alam, belajar bersosialisasi, sekaligus mempelajari Al-Qur’an,” ujarnya.
Selama mengikuti Qur’anic Camp, peserta menjalani beragam aktivitas yang dikemas secara interaktif, mulai dari sesi berkisah, drama, permainan kelompok, sharing session, jelajah alam, hingga outbound. Mereka juga dibimbing menghafalkan Al-Qur’an, melaksanakan shalat qiyamul lail berjamaah, serta mengikuti malam keakraban di sekitar api unggun.
Melalui kegiatan ini, YDSF berharap anak-anak dapat mengisi masa liburan dengan pengalaman yang bermakna, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.













