ITS Kirim Mobile Water Treatment ke Aceh Tamiang, Perkuat Akses Air Bersih Pasca Bencana

Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Komitmen kemanusiaan kembali ditunjukkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pengiriman satu unit Mobile Water Treatment ke wilayah terdampak di Aceh Tamiang. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan ITS dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang krusial.

Program ini merupakan kolaborasi multipihak yang melibatkan Satgas Kemanusiaan ITS, Yayasan Manarul Ilmi ITS (YMI ITS), Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), serta dukungan berbagai mitra, komunitas, dan perusahaan milik alumni ITS. Sinergi tersebut menegaskan kekuatan ekosistem ITS dalam menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi untuk kebutuhan darurat.

Solusi Cepat Air Bersih di Lokasi Terdampak

Mobile Water Treatment yang dikirim dirancang untuk mengolah air keruh—baik dari sungai maupun sumur terdampak—menjadi air jernih yang memenuhi standar untuk kebutuhan mandi dan memasak. Dengan kapasitas produksi hingga 2.500 liter per jam, unit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

Keunggulan utama alat ini terletak pada konsep mobile, yakni dipasang di atas truk sehingga dapat berpindah dengan cepat ke berbagai titik terdampak. Fleksibilitas ini memungkinkan layanan air bersih menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

Perangkat tersebut merupakan karya alumni ITS, Gus Moel, pemilik PT GUSSE, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan instalasi pengolahan air untuk berbagai PDAM di Indonesia. Pengalaman industri tersebut kemudian diadaptasi ke dalam desain tanggap darurat yang ringkas, tangguh, dan mudah dipindahkan.

Bagian dari Paket Bantuan Tahap Kelima

Koordinator Satgas Kemanusiaan ITS, Prof. Nurul Jadid, menjelaskan bahwa pengiriman unit ini merupakan bagian dari paket bantuan tahap ke-5 untuk Aceh Tamiang.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar dalam situasi bencana. Dengan konsep mobile, alat ini bisa menjangkau berbagai titik terdampak secara cepat. Ini adalah wujud nyata kepedulian sivitas akademika, alumni, dan mitra ITS,” ujarnya di Workshop PT GUSSE.

Dalam tahap pengiriman ini, ITS juga menyalurkan:

  • 2 unit Reverse Osmosis (RO) untuk mengolah air jernih menjadi air siap minum
  • 500 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak terdampak, meliputi tas, buku, alat tulis, dan seragam SD

Dukungan Alumni dan Dunia Usaha

Direktur Kerjasama Kemitraan Strategis YMI ITS, Hamdani Bantasyam, yang juga Wasekjen IKA ITS sekaligus Presiden Direktur PT QUARTO, berharap bantuan ini memberi dampak nyata bagi masyarakat Aceh.

“Sebagai putra Aceh, saya berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat bangkit lebih cepat. Kami ingin kontribusi ITS hadir secara berkelanjutan, tidak hanya saat masa tanggap darurat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa PT QUARTO bersama sejumlah perusahaan milik alumni ITS, termasuk Malik Entertainment, turut menyalurkan dana CSR untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut.

Apresiasi juga datang dari Ikatan Alumni SMAN 5 Surabaya (IKA SMANCA). Perwakilan alumni, Adi Dharma, menilai bantuan Mobile Water Treatment sangat tepat sasaran.

“Kami melihat dampaknya langsung bagi masyarakat. Karena itu alumni SMAN 5 Surabaya ikut menggalang donasi dan menyalurkannya melalui ITS,” ujarnya.

Rangkaian Bantuan ITS untuk Aceh

Sebelum pengiriman unit terbaru ini, ITS telah lebih dulu menyalurkan berbagai bentuk bantuan, antara lain:

  • Logistik bahan makanan
  • Koneksi internet berbasis Starlink
  • Dapur umum
  • Layanan kesehatan dan psikososial
  • Penjernih air manual
  • Pengerukan endapan lumpur dengan alat berat
  • Ribuan kaos “Alumni ITS”

ITS juga berhasil memulihkan Masjid An Nur yang sebelumnya terendam lumpur banjir hingga kembali layak digunakan. Proses pemulihan meliputi:

  • Pengerukan lumpur
  • Renovasi plafon
  • Pengecatan ulang
  • Instalasi ulang listrik
  • Pemasangan lampu
  • Pengadaan sound system
  • Bantuan Al-Qur’an, karpet masjid, dan mukena

Selain itu, tim ITS turut mengirim instalasi pengolahan air dari Komisariat Jurusan Teknik Sipil (ALSITS) serta bantuan sumur bor dari Task Force Kemanusiaan Arek Kantin ITS.

Kolaborasi Nasional di Lapangan

Dalam pelaksanaannya, ITS bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk:

  • Universitas Syiah Kuala
  • PW IKA ITS Aceh
  • PW IKA ITS Sumut
  • Komunitas Double Cabin Indonesia
  • TNI AD (distribusi darat)
  • TNI AU (pengiriman udara)
  • TNI AL (jalur laut)

Sejumlah institusi pendidikan seperti IKA SMANCA, PENS, dan UNUSA juga turut menyalurkan donasi melalui Misi Kemanusiaan ITS.

Komitmen Jangka Panjang

Tidak berhenti pada bantuan darurat, ITS juga menunjukkan komitmen jangka panjang dengan memberikan beasiswa kepada ratusan mahasiswa ITS terdampak bencana, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.

Sejak Desember 2025, ITS melalui Satgas Kemanusiaan DPRM ITS, YMI ITS, dan IKA ITS telah menggerakkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta alumni untuk menggalang donasi secara nasional.

Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus, alumni, dunia usaha, komunitas, dan institusi negara mampu menghadirkan solusi cepat sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

Need Help? Chat with us
Exit mobile version