Gresik, INFOJAWATIMUR.COM – Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat posisinya sebagai pusat industri nasional dengan dimulainya pembangunan pabrik melamin skala dunia. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara resmi memimpin prosesi groundbreaking pembangunan pabrik milik PT GEABH Joint Technology di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Rabu (8/4/2026).
Proyek ambisius ini menandai kehadiran pabrik melamin pertama sekaligus yang terbesar di Indonesia. Dengan nilai investasi strategis, fasilitas ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan impor melamin nasional serta mendorong hilirisasi industri kimia berbasis gas alam.
Simbol Kemandirian Industri Nasional
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa pemilihan Gresik sebagai lokasi proyek merupakan langkah strategis yang didukung oleh infrastruktur KEK JIIPE yang mumpuni.
“Hari ini kita menyaksikan momentum besar. Pembangunan pabrik melamin ini bukan sekadar menambah angka investasi, tapi merupakan langkah konkret menuju kemandirian industri. Selama ini kita masih bergantung pada impor untuk bahan baku melamin, dan kehadiran PT GEABH di sini akan mengubah peta kekuatan industri kimia kita,” ujar Wagub di podium acara.
Detail Proyek dan Kerja Sama Global
PT GEABH Joint Technology merupakan perusahaan patungan yang melibatkan raksasa kimia asal Tiongkok, Sichuan Golden Elephant Chemical. Pabrik ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas puluhan hektare di kawasan JIIPE.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait proyek tersebut:
- Kapasitas Produksi: Dirancang untuk menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan teknologi ramah lingkungan.
- Produk Turunan: Selain melamin, fasilitas ini juga diproyeksikan memproduksi asam nitrat dan amonium nitrat.
- Penyerapan Tenaga Kerja: Proyek ini diperkirakan akan menyerap ratusan tenaga kerja ahli lokal, yang diperkuat melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan di sekitar Jawa Timur.
Dukungan Penuh Pemerintah dan KEK JIIPE
Acara groundbreaking ini juga dihadiri oleh perwakilan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia dan jajaran direksi PT AKR Corporindo Tbk selaku pengelola JIIPE. Kehadiran Dubes Tiongkok menegaskan hubungan kerja sama ekonomi yang semakin erat antara Jawa Timur dan Tiongkok dalam pengembangan teknologi industri.
Pihak pengelola KEK Gresik menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kelancaran pembangunan fasilitas ini. Dengan status Kawasan Ekonomi Khusus, PT GEABH akan mendapatkan berbagai insentif fiskal dan kemudahan operasional yang diharapkan dapat mempercepat target operasional pabrik.
Pembangunan pabrik ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga hasil produksinya bisa segera menyuplai kebutuhan industri domestik mulai dari industri furnitur, otomotif, hingga peralatan rumah tangga yang selama ini menjadi konsumen utama melamin.
