Jangan Tertipu Pengembangan Usaha Bodong Kuras Rekening, Kenali Tandanya

Jangan Tertipu Pengembangunan Usaha Bodong Kuras Rekening, Kenali Tandanya

Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan (AI) mempermudah para penipu online untuk menciptakan konten palsu juga menjerat korban. Laporan terbaru dari firma keamanan siber McAfee menemukan sejumlah warga Amerika Serikat (AS), yakni sebesar 72%, yang dimaksud pernah terpapar konten penipuan yang digunakan menyamar sebagai selebritas atau figur masyarakat terkenal yang tersebut mendukung investasi kripto bodong.

Salah satunya yang paling banyak digunakan adalah identitas penyanyi Taylor Swift. Selain itu juga Scarlett Johansson, Jenna Ortega, serta Sydney Sweeney.

‘Top 10’ figur umum yang mana paling sejumlah dicuri identitasnya untuk menipu orang yang terluka didominasi penyanyi juga ikon budaya populer, diantaranya Sabrian Carpenter, Kim Kardashian, serta Zendaya. Anggota DPR Amerika Serikat Alexandria Oscasio-Cortez adalah satu-satunya politikus yang masuk di daftar.

Laporan McAfee berfokus pada penyalahgunaan online berbasis hasil yang mana ditujukan untuk konsumen, seperti kripto palsu yang dimaksud mengklaim didukung oleh AOC. Studi ini tiada mengukur tingkat semua deepfake yang tersebut dibuat, sehingga tokoh-tokoh penting lainnya, seperti Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump, tidak ada masuk di daftar ‘Top 10’.

Penipu internet semacam ini mengandalkan interaksi dengan orang-orang melalui konten mereka, entah itu dengan mengeklik tautan palsu, mengajukan hadiah palsu, atau membeli item palsu, diambil dari Cnet, Hari Jumat (14/11/2025).

Jadi, masuk akal jikalau mereka itu mengandalkan nama-nama besar seperti Swift untuk menantang perhatian korban. Misalnya, pada saat Swift mengumumkan pertunangannya dengan Travis Kelce, para penipu menyebabkan iklan barang dagangan palsu berdasarkan lamaran Kelce.

Selebritas kemudian influencer telah dilakukan lama dieksploitasi dengan cara ini, tetapi Kecerdasan Buatan justru memberikan keuntungan lebih besar yang mana mempermudah para pelaku kejahatan.

Tool Kecerdasan Buatan generatif seperti generator gambar, video, dan juga audio menawarkan jalur baru bagi pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Tool yang dimaksud dapat mengkloning foto selebritas untuk menciptakan endorsement palsu, giveaway, atau memperkenalkan barang palsu.

Penipu belaka diperlukan menimbulkan unggahan media sosial yang mana cukup meyakinkan. Cara ini cukup berhasil. McAfee melaporkan bahwa 39% penduduk telah terjadi mengklik salah satu endorsement palsu ini serta 10% telah dilakukan mempertaruhkan informasi pribadi mereka lalu kehilangan banyak dolar, rata-rata US$525 atau setara Rp8 jutaan.

Perusahaan Teknologi AI yang mana menciptakan model Kecerdasan Buatan ini memiliki sistem untuk menjaga dari penipu, atau siapa pun, menimbulkan konten Artificial Intelligence tentang selebritas tanpa persetujuan mereka. Namun, sistem ini tidaklah sempurna dan juga dapat diakali.

Dalam beberapa minggu pertama setelahnya peluncuran Sora, perwakilan pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King Jr. harus menghubungi OpenAI dikarenakan khawatir akan banyaknya video Kecerdasan Buatan King yang tersebut tidak ada pantas dan juga rasis di dalam platform digital tersebut.

Meskipun OpenAI sudah menyatakan rencananya untuk bekerja serupa dengan para aktor lalu selebritas, tetapi bukan dapat menyelesaikan kesulitan yang tersebut ada semata-mata dengan penyesuaian teknis atau kebijakan sederhana.

Cara Mendeteksi Penipuan Menyamar Jadi Selebritas

  • Amati video atau gambar dengan saksama. Apakah ada objek yang mana menghilang lalu muncul kembali? Apakah mematuhi hukum fisika? Apakah orang-orangnya tampak berkilau aneh, seperti plastik? Itu semua adalah tanda-tanda AI.
  • Periksa watermark. Banyak generator Artificial Intelligence akan otomatis menambahkan watermark transparan (atau tertanam) yang menandakan konten dibuat dengan AI.
  • Pastikan Instagram, TikTok, atau YouTube belum memberi label postingan yang dimaksud sebagai buatan AI. Label Teknologi AI apa pun merupakan tanda yang tersebut jelas bahwa apa yang dimaksud Anda lihat bukan nyata.

Cara Terhindar dari Penipuan Online Penguras Rekening

  • Pikirkan sebelum mengklik apapun di internet. Penipuan dirancang untuk menciptakan rasa urgensi atau reaksi emosional, kata Karnik.
  • Periksa sumbernya. Apakah tautannya salah eja atau cacat? Apakah akun selebritas resmi telah lama memposting tentang produk-produk tersebut? Apakah akunnya terverifikasi? Semua ini dapat membantu Anda membedakan mana yang digunakan asli kemudian mana yang tersebut palsu.
  • Waspadai web yang tersebut mengajukan permohonan pembayaran melalui kripto, aplikasi mobile pembayaran seperti Venmo, atau sumber tidak ada resmi lainnya.

Semoga informasi ini membantu!

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Waspada Modus Penipuan Baru, Telepon Misterius Mengaku dari Gmail

Artikel ini disadur dari Jangan Tertipu Investasi Bodong Kuras Rekening, Kenali Tandanya

Need Help? Chat with us
Exit mobile version