Nganjuk, INFOJAWATIMUR.COM – Di balik setiap usaha yang mampu bertahan, tersimpan kisah tentang keberanian memulai, ketekunan menghadapi tantangan, dan komitmen menjaga kualitas. Hal tersebut tergambar dari perjalanan Pempek UmieKa, salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nganjuk yang hingga kini konsisten menghadirkan cita rasa autentik khas Palembang.

Usaha kuliner tersebut mulai dirintis pada 1 Ramadhan 1438 Hijriah atau pada tahun 2017. Eka, sang pemilik mengaku usaha itu tidak semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan, melainkan berawal dari keinginan untuk tetap produktif selama mengikuti suami merantau ke Kabupaten Nganjuk.
“Awalnya saya ingin punya teman karena hidup di perantauan ikut suami,” tuturnya kepada INFOJAWATIMUR.COM(10/7/2026).
Berbekal modal sekitar Rp300 ribu yang diambil dari uang belanja rumah tangga, ia mulai memproduksi pempek dari rumah. Langkah sederhana tersebut menjadi awal perjalanan usaha yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memperoleh bahan baku berkualitas. Ikan sebagai bahan utama pempek didatangkan dari Kediri maupun Surabaya, sedangkan gula aren premium untuk pembuatan cuko dipasok langsung dari Palembang. Menurutnya, pemilihan bahan baku tersebut merupakan bagian penting untuk menjaga cita rasa autentik yang menjadi ciri khas produknya.
Dalam memasarkan produknya, Pempek UmieKa mengawali usaha dengan berjualan di kawasan Alun-Alun Nganjuk, menerima pesanan secara daring dari rumah, serta aktif mengikuti berbagai pameran dan kegiatan UMKM. Upaya tersebut sempat mendorong perkembangan usaha hingga membuka beberapa outlet cabang.
Namun, perjalanan usaha tidak selalu berjalan sesuai harapan. Meski telah tiga kali membuka cabang, seluruhnya akhirnya harus ditutup. Pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia memilih kembali memusatkan kegiatan usaha dari rumah karena dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.
Kini, Pempek UmieKa yang berlokasi di Jalan Semeru VII, Perumahan Tanjung Persada C6, Kabupaten Nganjuk, tetap melayani pembelian secara langsung dari rumah. Selain itu, sejumlah kafe di Kabupaten Nganjuk juga telah menjadi reseller produk Pempek UmieKa.

Bagi Eka, menjaga kualitas merupakan komitmen yang tidak dapat ditawar. Ia berharap suatu saat dapat memiliki ruko sendiri yang secara khusus menyajikan aneka makanan khas Palembang dengan kualitas premium.
“Bismillah, semoga bisa memiliki ruko sendiri yang khusus menjual makanan khas Palembang premium. Saya ingin masyarakat bisa menikmati pempek dengan rasa asli Palembang, bukan yang KW. Semoga cita rasa khas ini tetap terjaga dan tidak lekang oleh waktu di tengah gempuran makanan kekinian,” ungkapnya.
Perjalanan Pempek UmieKa menunjukkan bahwa membangun sebuah UMKM tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal. Ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan konsistensi menjaga kualitas menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha. Di tengah persaingan kuliner yang semakin beragam, komitmen menghadirkan cita rasa autentik menjadi nilai tersendiri yang mampu membangun kepercayaan pelanggan.
















