Surabaya,INFOJAWATIMUR.COM – Suara diskusi tentang gizi memenuhi aula SMPN 4 Surabaya. Sekolah ini resmi meluncurkan Workshop Gizi Sehat sebagai bagian dari Program LENTERA (Learning & Nutrition Tracking for Evidence-Based Healthy School), inovasi berbasis data yang mengintegrasikan edukasi gizi, monitoring pola makan siswa, dan penguatan budaya kantin sehat.
Kepala SMPN 4 Surabaya, Dra. Setyowati, M.Pd., menegaskan pentingnya program ini dalam membangun generasi emas.
“Untuk menciptakan generasi unggul, semuanya dimulai dari tubuh yang sehat. LENTERA kami dorong menjadi budaya, bukan sekadar program,” ujarnya. Ia menekankan bahwa program ini lahir dari ide siswa, sementara sekolah berperan mengarahkan dan memfasilitasi.
Sebelum LENTERA berjalan, Koordinator UKS Bu Afifah mengungkapkan sering terjadi fenomena “tumbang” di pagi hari siswa mengeluh pusing dan sakit perut karena melewatkan sarapan atau komposisinya tidak seimbang.
“Sekarang kami memiliki basis data digital untuk memetakan pola gizi siswa. Edukasi menjadi lebih tepat sasaran,” jelasnya. Hasilnya, kunjungan ke UKS karena keluhan pagi hari mulai menurun dan kesadaran membawa bekal sehat meningkat.
Dari sisi siswa, OSIS dan PMR menjadi motor penggerak. Thatia Salsabila Putri dari OSIS menyebut LENTERA sebagai investasi masa depan. “Apa yang kita makan memengaruhi energi dan prestasi belajar.”
Sementara Aulia dan Zahira dari PMR menambahkan bahwa pencatatan makanan membantu siswa mengevaluasi kecukupan gizi mereka. “Kalau tidak makan bergizi, badan kurang fit dan sulit fokus belajar,” ujar mereka.
Melalui kolaborasi manajemen sekolah dan organisasi siswa, SMPN 4 Surabaya menegaskan bahwa perubahan budaya sehat dimulai dari langkah sederhana: sarapan seimbang, cukup protein dan serat, serta menjaga hidrasi.
Di sekolah ini, masa depan dibangun bukan hanya lewat pelajaran di kelas tetapi juga dari isi kotak makan setiap pagi.
