Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM -Ibadah tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah SWT. Keshalihan yang terbangun secara vertikal juga perlu diwujudkan dalam kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Semangat itulah yang terus dihadirkan oleh YDSF dalam pelaksanaan program qurban setiap tahunnya. Bagi YDSF, Iduladha bukan sekadar momentum beribadah, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan, mempererat ukhuwah, dan menebarkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Qurban menjadi ibadah yang sarat makna. Di satu sisi, para mudhahi memperoleh keberkahan atas keikhlasan mereka dalam beribadah. Di sisi lain, masyarakat yang menerima manfaat dapat menikmati daging qurban yang mungkin tidak selalu hadir di meja makan mereka setiap hari.
Karena itu, YDSF terus berupaya mengantarkan amanah qurban hingga ke berbagai penjuru negeri, terutama wilayah pelosok yang minim akses dan daerah yang tengah menghadapi musibah.
Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani, menjelaskan bahwa distribusi daging qurban difokuskan pada daerah-daerah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih. Penyaluran juga dilakukan di kawasan terdampak bencana sebagai bentuk dukungan dan penguatan bagi para penyintas.
“Qurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.
Menariknya, YDSF juga mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dalam pelaksanaan ibadah qurban. Langkah ini sejalan dengan kampanye eko-qurban atau ekoteologi yang digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurut Jauhari, ibadah qurban semestinya tidak hanya berdampak baik bagi manusia, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami mendukung kebijakan pemerintah agar ibadah qurban menjadi bagian dari ekoteologi, yaitu dengan lebih memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan hidup. Selain itu, aspek sosialnya juga harus tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penggunaan besek sebagai wadah distribusi daging qurban kepada para penerima manfaat. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan besek juga membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang berpotensi menambah limbah.
Direktur Program YDSF, Imron Wahyudi, menambahkan bahwa Iduladha merupakan momen yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian kepada sesama tanpa memandang status maupun latar belakang. Semangat berbagi yang hadir dalam qurban juga perlu diiringi dengan sikap bijak dalam menjaga alam.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para mudhahi, tahun ini YDSF memberikan kopi sebagai tanda terima kasih. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Tanaman kopi dikenal memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, mulai dari membantu mencegah erosi dan longsor hingga menjaga ketersediaan air tanah.
“Melalui pemberian kopi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat makna ibadah qurban,” jelas Imron.
Melalui semangat berbagi yang berpadu dengan kepedulian terhadap lingkungan, YDSF berharap ibadah qurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi para pekurban dan penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bumi dan generasi mendatang.
