INFOJAWATIMUR.COM – Sektor industri energi, khususnya minyak dan gas bumi (oil and gas), kini tak hanya menjadi panggung bagi lulusan teknik perminyakan atau pertambangan. Di era transformasi digital, lulusan teknologi informasi atau Information Technology (IT) memiliki peluang karier yang sama besarnya di sektor strategis ini.
Merespons tren tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar sebuah lokakarya bertajuk “From Coding to Oil & Gas: Membangun Karier Teknologi di Industri Energi”. Acara yang digelar pada Senin (13/7/2026) di Lab Insyde, Gedung Giri Santika 2 ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa terkait besarnya peluang karier teknologi di industri migas.
BEM Fasilkom tidak tanggung-tanggung dalam membekali pesertanya. Mereka menggandeng langsung praktisi industri energi nasional, Achmad Dja’far, S.Si., selaku Superintendent Operation & Marine Madura Offshore PT Medco Energi International Tbk.
Dalam pemaparannya, Achmad menjelaskan betapa vitalnya peran teknologi digital dalam menyokong operasional industri energi saat ini. “Perkembangan teknologi digital kini menjadi urat nadi dalam operasional, mulai dari pengelolaan mahadata (big data), sistem monitoring canggih, hingga optimalisasi dan efisiensi proses kerja di lapangan,” jelasnya.
Selain mendapatkan insight berharga secara langsung dari praktisi, para mahasiswa yang hadir juga difasilitasi dengan sertifikat keikutsertaan. Lebih menariknya lagi, peserta mendapat kesempatan emas untuk mengikuti program sertifikasi kompetensi “Digital Technology Awareness in Oil & Gas Industry” yang difasilitasi oleh Lab Insyde Fasilkom UPNVJT. Sertifikasi ini diproyeksikan menjadi nilai jual ekstra bagi mahasiswa ketika terjun ke pasar kerja nanti.
Acara yang dipadati oleh mahasiswa dan masyarakat umum ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus. Di antaranya adalah Wakil Dekan III Fasilkom UPNVJT, Prof. Dr. Basuki Rahmat, S.Si., M.T., ITS-AI, serta Ketua BEM Fasilkom, Dinda Aisa Selvira.
Antusiasme peserta sangat terasa pada sesi tanya jawab. Banyak mahasiswa yang menggali lebih dalam soal tantangan nyata, pengalaman kerja di area lepas pantai (offshore), hingga trik dan tips membangun karier di perusahaan energi multinasional.
Melalui kegiatan yang mendukung pilar Sustainable Development Goals (SDG), yakni Pendidikan Bermutu (SDG 4) dan Industri, Inovasi, & Infrastruktur (SDG 9) ini, BEM Fasilkom berharap pandangan mahasiswa semakin terbuka.
“Kami berharap mahasiswa semakin paham bahwa kompetensi coding dan informatika tidak hanya terbatas pada perusahaan teknologi atau rintisan (startup), namun sangat dibutuhkan dan bisa diterapkan secara luas di industri energi. Dengan bekal materi dan sertifikasi, mereka akan punya daya saing kuat di era digitalisasi ini,” ujar Basuki.
