PBNU Tunjuk Prof. Niam Pimpin Tim Survei Kelayakan NTB Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35

Prof. KH. Asrorun Niam Sholeh.

INFOJAWATIMUR.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergerak cepat menyiapkan perhelatan akbar Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Menindaklanjuti hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) di Ponpes Ploso, Kediri, PBNU resmi menerjunkan tim survei ke lima provinsi kandidat tuan rumah, salah satunya adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Untuk memastikan kesiapan NTB, PBNU memberikan mandat khusus kepada Prof. KH. Asrorun Niam Sholeh. Ia ditunjuk untuk memimpin tim survei yang beranggotakan sejumlah tokoh, yakni KH. Imam Buchori Cholil, H. Aizudin Abdurrahman, HM Syarif Munawi, dan H. Silahudin.

Tim ini ditugaskan untuk ‘turun gunung’ melihat langsung kondisi lapangan. Mereka akan mengevaluasi secara komprehensif kelayakan NTB dari tiga aspek krusial: ketersediaan sarana dan prasarana, kekuatan dukungan finansial, serta jaminan keamanan lokasi perhelatan.

Tantangan Waktu dan Integritas

Merespons penugasan ini, Prof. Niam memandang amanah tersebut sebagai kehormatan sekaligus tantangan, mengingat waktu pelaksanaan Muktamar yang semakin dekat. Ia berjanji akan melakukan penilaian secara matang dan transparan.

“Ini tugas yang berat di tengah dinamika jelang muktamar yang waktunya relatif mepet. Tetapi ini tentu amanah sekaligus kehormatan yang harus ditunaikan dengan baik. Tentu pemilihan ini didasarkan pertimbangan yang matang dan objektif, sehingga hasilnya nanti bisa diterima semua pihak dengan lapang dada. Bismillah, semoga dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujar Prof. Niam di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Rencananya, tim akan bekerja secara maraton pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu hingga Minggu (4-5 Juli 2026). Hasil tinjauan lapangan tersebut nantinya akan direkapitulasi dan dikonsolidasikan sebagai bahan laporan. PBNU baru akan menetapkan lokasi final Muktamar ke-35 melalui rapat khusus setelah mendengarkan laporan utuh dari seluruh tim survei di lima wilayah (NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Barat).

NTB Siapkan Tiga Pesantren Nomine

Di sisi lain, NTB selaku salah satu kandidat kuat telah menyatakan kesiapannya. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Masnun Taher, mengapresiasi kedatangan tim survei yang dinilainya diisi oleh sosok-sosok berintegritas tinggi.

“Kami menyambut dengan senang kunjungan tim survei PBNU. Saat ini, sudah ada beberapa tempat representatif yang kami siapkan untuk ditinjau,” ungkap Prof. Masnun.

Tiga titik lokasi yang disodorkan PWNU NTB meliputi:

  1. Ponpes NU Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah.
  2. Ponpes NU Darul Falah, Kota Mataram.
  3. Ponpes Islahuddini, Lombok Barat.

Istighatsah dan Nobar Piala Dunia

Menariknya, agenda survei ke NTB tidak melulu diisi dengan urusan teknis dan formalitas. Memanfaatkan momen kebersamaan, PWNU NTB dan Majelis Alumni IPNU telah menyiapkan acara pendamping yang santai namun bermakna.

Di sela-sela jadwal survei pada Minggu (5/7/2026) dini hari, tim PBNU bersama warga nahdliyin setempat akan menggelar doa bersama (Istighatsah). Acara spiritual tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang mempertemukan Tim Nasional Maroko melawan Kanada di Kantor PWNU NTB. Nobar ini turut melibatkan perwakilan dari lima PWNU yang menjadi nomine tuan rumah Muktamar ke-35.

Need Help? Chat with us