Berita  

Pertamina Kerahkan Empat Truk Tangki dari Banyuwangi untuk Distribusi BBM di Bali

Pasokan 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax dikirim bertahap pada 14-17 Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga mengerahkan empat truk tangki dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Bali untuk membantu mempercepat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Setiap kendaraan memiliki kapasitas 16 kiloliter.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi menyampaikan pengerahan armada tersebut di Denpasar, Bali, Kamis.

Penguatan armada di dua terminal BBM

Operasional distribusi BBM di Bali ditopang oleh Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar. Berdasarkan data Pertamina Wilayah Pemasaran Bali, Terminal BBM Sanggaran didukung sekitar 25-30 truk tangki BBM.

Sementara itu, Terminal BBM Manggis memiliki dukungan 72 unit truk tangki. Armada tersebut terus dipacu untuk menyalurkan BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Bali.

Selain menambah kendaraan, Pertamina menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan serta operator SPBU tambahan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kelelahan petugas selama proses distribusi dan pelayanan berlangsung.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana guna mendukung kebutuhan operasional. Dalam pelayanan kepada kendaraan roda dua, perusahaan menyiapkan layanan motoris BBM, yakni petugas yang menggunakan sepeda motor untuk menyalurkan bensin sesuai ketentuan operasional.

Pasokan dikirim bertahap hingga 17 Oktober

Pertamina kembali mengirim pasokan melalui Terminal BBM Manggis di Karangasem serta dermaga di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar. Total pasokan yang dikirim secara bertahap pada 14-17 Oktober 2026 mencapai 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.

Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan BBM di tengah antrean panjang yang masih terlihat di sejumlah SPBU Bali. Hingga Kamis pukul 10.00 Wita, antrean dilaporkan terjadi antara lain di SPBU Gatot Subroto Denpasar Timur dekat Teras Ayung Denpasar, SPBU Bandara Ngurah Rai Badung, SPBU dekat Patung Sakah Sukawati Gianyar, serta SPBU Padang Kerta Karangasem.

Kondisi antrean juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan surat edaran Gubernur Bali pada Rabu, 14 Oktober, yang mengatur skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

WFH untuk menekan mobilitas

Kebijakan WFH berlaku mulai Kamis hingga Sabtu, 17 Oktober, bagi instansi pemerintah, sektor pendidikan, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD). Penerapan skema tersebut ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung penyediaan dan distribusi BBM.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober, bahwa antrean panjang BBM di Bali disebabkan oleh kendala distribusi.

Dengan pengerahan armada dari Banyuwangi, penguatan kendaraan di terminal BBM, penyiapan petugas cadangan, serta pengiriman pasokan secara bertahap, Pertamina berupaya mempercepat penyaluran BBM ke SPBU. Namun, hingga Kamis pagi, antrean masih tercatat di beberapa titik di Bali.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version