PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kembali mendukung pemulihan masyarakat setelah banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bantuan terbaru disalurkan pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Posko Batang Barus.
Dukungan tersebut ditujukan bagi warga terdampak, anak-anak yang akan kembali bersekolah, serta tim satuan tugas yang masih terlibat dalam penanganan bencana. Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan sekolah, paket sembako, dan kebutuhan extra fooding bagi tim satgas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara masif agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Ia menyebut penyaluran pada 2 Oktober merupakan kelanjutan dari bantuan yang sebelumnya diberikan tidak lama setelah banjir bandang terjadi pada akhir September.
Bantuan untuk warga dan tim penanganan
Fahrougi menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pertamina Patra Niaga, kata dia, tidak hanya menjalankan peran dalam distribusi energi, tetapi juga melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung personel yang masih bertugas di lapangan. Bantuan untuk anak-anak diarahkan untuk menunjang persiapan mereka kembali bersekolah, sedangkan suplemen dan kebutuhan makanan tambahan diberikan kepada tim satgas.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina Patra Niaga. Menurut dia, bantuan tersebut mencakup kebutuhan di posko, perlengkapan bagi anak-anak terdampak, serta dukungan bagi relawan agar tetap sehat dan kuat selama menjalankan tugas.
Bupati menyebut penyaluran pada Jumat itu sebagai bantuan kedua Pertamina untuk Kabupaten Solok. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan perusahaan kepada pemerintah daerah dan masyarakat selama masa penanganan bencana.
Masa tanggap darurat masih dievaluasi
Masa tanggap darurat banjir bandang di Kabupaten Solok ditetapkan selama 14 hari, terhitung sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026. Pemerintah setempat masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang status tersebut.
Keputusan perpanjangan masa tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan penanganan bencana di lapangan. Dalam situasi tersebut, dukungan untuk kebutuhan warga terdampak dan tim penanganan masih menjadi bagian dari upaya pemulihan.
Fahrougi mengatakan Pertamina Patra Niaga akan terus mendorong pemulihan setelah bencana. Perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui dukungan itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan kehadirannya bukan hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang memperhatikan kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
Sumber: ANTARA News – Terkini


















