Bojonegoro, INFOJAWATIMUR.COM – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) memperluas jangkauan program pengabdian masyarakatnya ke Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota, dengan menyasar para pelaku industri arang bakar setempat. Program bertajuk “Pendampingan Pengembangan Entrepreneurial Mindset UMKM Berorientasi Global” ini diketuai oleh Ir. Arie Indartono, M.MT., dan dilaksanakan melalui kunjungan lapangan serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah daerah dan komunitas usaha lokal.
Tim PPNS yang terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas jurusan turun langsung ke lapangan untuk mengamati proses produksi arang bakar yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan Ledok Kulon. Dari hasil tinjauan tersebut, dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari sistem produksi hingga strategi peningkatan kualitas produk agar memenuhi standar pasar nasional maupun ekspor.
Pendampingan yang direncanakan mencakup sejumlah aspek strategis. Dari sisi produksi, PPNS akan membantu merancang alur kerja (production flow) yang lebih efektif dan efisien, disertai peningkatan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh tahapan proses pembakaran arang.
Inovasi pada desain tungku produksi menjadi salah satu fokus utama yang diusung dalam program ini. Pengembangan model tungku diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil pembakaran, memperpendek durasi produksi, serta menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan. Upaya ini selaras dengan prinsip efisiensi energi yang juga menjadi bagian dari agenda pendampingan PPNS.

Selain aspek teknis, pengembangan kemasan produk menjadi prioritas berikutnya. PPNS mendorong para pelaku usaha untuk menghadirkan kemasan yang lebih modern, menarik, dan memenuhi persyaratan pasar ekspor. Sebuah sistem pemantauan kualitas produksi arang juga akan dikembangkan guna memastikan konsistensi mutu produk dari satu batch ke batch berikutnya.
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyambut antusias keterlibatan akademisi dalam ekosistem UMKM lokal. Ia menegaskan bahwa transformasi UMKM tidak hanya soal peningkatan volume produksi, tetapi juga tentang membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap dinamika pasar global.
“Para pelaku usaha perlu memahami pentingnya branding, standarisasi produk, efisiensi produksi, dan pemasaran digital. Dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat membawa produk lokal ke panggung yang lebih luas.”
Ketua tim pengabdian masyarakat PPNS, Arie Indartono, menegaskan bahwa institusinya tidak membatasi diri hanya pada ranah teknologi perkapalan. PPNS, menurutnya, secara aktif mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang dapat memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat, termasuk kalangan UMKM di daerah.
Melalui program pendampingan ini, industri arang Ledok Kulon diharapkan bertransformasi menjadi sentra usaha yang lebih modern, efisien, dan berorientasi global. Sinergi antara PPNS, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat diyakini akan melahirkan inovasi-inovasi berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di tingkat nasional maupun internasional.
















