Berita  

Rusia dan Belarus Nyatakan Siap Hadapi Ancaman terhadap Keamanan Union States

Moskow menyebut tekanan militer, politik, dan tindakan hibrida negara-negara NATO sebagai risiko yang perlu diantisipasi.

Rusia dan Belarus menyatakan kesiapan menghadapi berbagai upaya negara-negara anggota NATO yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan persatuan supranasional kedua negara, yang dikenal sebagai Union States.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin kepada kantor berita Rusia RIA Novosti. Ia mengatakan Moskow dan Minsk tengah mengantisipasi beragam kemungkinan di tengah tekanan yang disebut terus berlangsung terhadap kedua negara.

Galuzin menyebut tekanan tersebut mencakup aspek militer dan politik. Selain itu, ia menyinggung tindakan hibrida dari negara-negara NATO yang menurutnya diarahkan untuk mengganggu keamanan Rusia dan Belarus.

Rusia-Belarus Antisipasi Berbagai Skenario

“Di tengah besarnya tekanan militer maupun politik terhadap negara kami, serta adanya tindakan hibrida dari negara-negara NATO yang bertujuan mengganggu keamanan kami, kami berupaya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada,” kata Galuzin, seperti dikutip RIA Novosti.

Dalam pernyataannya, Galuzin tidak merinci bentuk tindakan hibrida yang dimaksud maupun langkah spesifik yang akan ditempuh Rusia dan Belarus untuk menghadapinya. Ia juga tidak menyebut adanya serangan tertentu dalam materi pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa Union States telah beberapa kali menggelar latihan militer bersama. Menurut Galuzin, latihan tersebut dilakukan untuk melindungi wilayah persatuan Rusia-Belarus dari berbagai bentuk agresi.

Kerja sama pertahanan itu menjadi salah satu cara yang disebut digunakan kedua negara untuk menyiapkan respons terhadap kemungkinan ancaman keamanan. Pernyataan tersebut menempatkan latihan gabungan sebagai bagian dari upaya perlindungan wilayah Union States.

Latihan Zapad dan Simulasi Kekuatan Nuklir

Salah satu latihan yang disebut Galuzin adalah Latihan Gabungan Zapad 2025. Selain itu, Rusia dan Belarus juga menggelar latihan komando gabungan perdana yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan nuklir strategis dan taktis pada Mei lalu.

Materi sumber tidak menjelaskan lokasi, durasi, jumlah personel, maupun hasil dari latihan-latihan tersebut. Tidak disebutkan pula rincian skenario yang digunakan dalam latihan komando gabungan terkait kekuatan nuklir itu.

Pernyataan Rusia tersebut disampaikan di Moskow dalam konteks meningkatnya perhatian terhadap hubungan pertahanan Rusia-Belarus dan respons kedua negara terhadap tekanan dari negara-negara NATO. Namun, sumber tidak memuat tanggapan NATO atas pernyataan Galuzin.

Dengan demikian, informasi yang tersedia menegaskan sikap Rusia dan Belarus untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mereka kaitkan dengan tekanan militer, politik, dan tindakan hibrida. Upaya itu disebut dilakukan melalui koordinasi serta latihan militer gabungan dalam kerangka Union States.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version